Monday, 25 January 2010

JABATAN PERTAHANA AWAM (JPA3)


TIPS MENJADI ORANG SABAR


Setiap hari, ada saja peristiwa yang menguji kesabaran dan menekan jiwa kita. Anak kita membandel, suami acuh tak acuh, isteri ngomel, teman kita menghina dan mengumpat, bisnis tidak menguntungkan bahkan malah terancam bangkrut, saham jatuh, tidak lulus ujian dan lain-lain lagi.



Begitulah nasib kita manusia. Sejauh mana pun kita coba untuk mengelak dari perkara-perkara yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan kita, hal-hal tadi tetap akan terjadi juga.



Sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan, sedikit pun kita tidak ada kuasa untuk menolak ketentuan Tuhan. Kalau Tuhan ingin kita sakit, walau bagaimana pun kita coba menjauhi penyakit, kita tetap akan jatuh sakit. Kalau Tuhan tidak mau kita jadi kaya, walau bagaimana pun kita mengusahakan kekayaan, ia tidak akan dimiliki juga. Dan memang usaha manusia itu tidak dapat menentukan hasil akhir atau tidak memberi bekas sedikitpun .



Lantas, persiapan apa yang perlu kita buat untuk menghilangkan stress ketika menghadapi pelbagai bentuk nasib malang yang pasti menimpa kita? Dintaranya ialah:



1. Mengenal diri kita sebagai penerima nasib malang dan juga mengenal Tuhan sebagai pemberinya .

Kita harus kenal bahwa diri kita adalah hamba ciptaan yang sangat lemah dan tidak punya apa-apa. Malah dalam penciptaan diri kita sendiri, kita tidak ada campur tangan, tidak ada saham, sama sekali tidak keluar modal. Keputusan untuk mencipta diri kita pun semuanya ditentukan oleh Tuhan. Selain seluruh badan kita yang begitu unik dan kompleks ini, Tuhan jugalah yang memberi kita daya upaya, fikiran dan perasaan. Lantaran itu, apabila Tuhan timpakan sesuatu kesusahan ke atas diri kita, inilah peluang untuk kita sadar bahwa diri kita adalah hamba yang lemah dan tidak punya kuasa apa-apa . Mungkin selama ini kita sudah merasa berkuasa,me rasa mampu dan merasa pandai dan bisa, sehingga kita lupa untuk bergantung dan berharap kepada Tuhan.



2. Setiap takdir Tuhan ke atas kita, selain kekufuran, semuanya mengandung hikmah dan pelajaran .



Antaranya ialah:

a. Kalau Tuhan sekali-sekali menyakitkan kita, sudah tentu ada maksud yang baik dari Tuhan .

Antara maksud-maksud baik Tuhan ialah Dia ingin menghapuskan dosa kita, Dia ingin kita insyaf di atas kelemahan diri kita, Dia ingin kita ingat-ingat kesalahan kita dan memperbaikinya serta bertaubat, Dia ingin kita merasakan penderitaan orang lain agar kita menjadi orang yang lebih prihatin dan simpati. Dia juga ingin kita lebih bergantung dan berharap kepada-Nya.



b. Kalau Tuhan sekali-sekali memiskinkan kita, tentu ada maksud pendidikan juga .

Mungkin Dia ingin kita mendapat pahala sabar karena miskin. Dia ingin kita merasakan penderitaan orang miskin. Dan tentunya Dia ingin kita meneliti kembali segala tindak-tanduk kita, apakah kita sudah melakukan suatu kesalahan dan kesilapan yang menyebabkan Tuhan tidak membantu kita.



c. Begitu juga apabila kita sekali-sekali dibuat terhina .

Mungkin Tuhan ingin kita bertaubat karena kita pernah menghina atau menzalimi orang lain ataupun Dia ingin mengungkai rasa sombong yang bersarang di dalam hati kita. Atau Tuhan sengaja memberi kesusahan itu karena Dia ingin mengangkat darjat kita di sisi-Nya.



d. Apabila berhadapan dengan ujian, waktu itu akan terlihat jelas penyakit-penyakit hati yang masih bersarang di dalam hati kita, seperti sombong, pemarah, hasad dengki, dendam dan lain-lain lagi .

Penyakit hati ini mungkin tidak dapat kita rasakan atau tidak dapat kita kesan dalam suasana yang tenang dan nyaman, tetapi sifat jahat tadi akan terasa dan terlihat apabila hati kita tertekan. Penyakit-penyakit inilah yang membuat kita stress. Apabila sedang stress, barulah kita tahu siapa diri kita sebenarnya. Kalau sebelum ini nampak lemah lembut, bila stress kita bisa jadi marah-marah tak tentu arah. Kalau selama ini nampak sabar, tetapi bila stress kita dapat bertindak di luar batasan.



Pendek kata, segala sesuatu yang ditimpakan ke atas kita adalah untuk kebaikan diri kita. Dia ingin mendidik kita agar kita kembali kepada-Nya sebagai hamba yang diredhai-Nya. Dengan ini, kita akan selamat dari kemurkaan-Nya.



3. Hendaklah pandai menerima ketentuan dan takdir Tuhan secara positif supaya hati kita akan tenang dan kita juga akan mendapat hasil yang positif darinya .

Sebaliknya, kalau kita menerimanya secara negatif, hati kita akan tertekan dan stress dan sudah tentu kita juga akan mendapat hasil yang negatif.



Contohnya:

Kita ditakdirkan mendapat anak-anak yang nakal, atau teman-teman yang menyebalkan. Setiap hari, ada saja kelakuannya yang sangat mengganggu kita.

Kalau kita menerimanya secara positif, kita akan berkata kepada diri kita, Karena dosa akulah anak-anak aku ini nakal. Allah buat seperti ini untuk membersihkan dosa-dosa yang sudah aku lakukan.



Ataupun kita boleh berkata begini, Tuhan memberi aku ujian ini untuk memberi aku pahala sabar. Kalau aku sabar, bukan saja aku akan dapat ganjaran di sisi Tuhan tetapi yang lebih penting, aku dapat mendekatkan diri kepada Tuhan.



Kalau begini penerimaan kita, tentulah kita tidak akan marah-marah atau ngomel dan menghukum anak di luar batasan atau mengamuk-ngamuk kepada suami kita. Sebaliknya, kita akan terus-menerus menasihatinya dengan baik dan mendoakan anak kita agar dia menjadi anak yang soleh satu hari nanti. Dan biasanya, berkat prasangka baik kita kepada Tuhan, anak itu akan menjadi anak yang baik apabila dia besar.

Ini selaras dengan firman Tuhan yang maksudnya:

Aku di atas prasangka hamba-hamba-Ku ke atas-Ku.



Penerimaan yang negatif adalah jika kita merungut-rungut karena nasib yang ditimpakan itu, kita akan bersikap marah-marah serta melepas geram dengan menghukum anak serta terbawa-bawa sikap marah itu kepada orang lain.

Hati kita mungkin berkata, Kenapa Tuhan berikan aku anak yang senakal ini, atau kita akan berkata, Tak ada gunanya dapat anak seperti ini. Bukannya menyenangkan,malah menyusahkan saja.



Akibat didikan yang kasar itu serta sangkaan-sangkaan yang buruk terhadap Tuhan, anak itu bila besar kelak akan menjadi anak yang tidak baik akhlaknya. Stress yang kita hadapi bila anak itu kecil akan terus kita hadapi sehingga dia besar. Bukan saja anak yang rugi, kita juga akan turut rugi. Ini semua karena buruk sangka kita dan tidak pandainya kita menerima takdir Tuhan.



Lantaran itu, terimalah segala takdir Tuhan dengan sebaik-baiknya. Anggaplah setiap takdir itu sebagai didikan langsung dari Tuhan dengan penuh kasih sayang. Dengan sikap begini, hati tidak akan stress, kita dapat menambah rasa kehambaan serta dapat pula mengungkai sifat-sifat yang tidak baik dalam diri kita dengan lebih cepat. Malahan kita juga tidak akan mengakibatkan kesan negatif kepada orang di sekeliling kita.



Semoga bermanfaat bagi yang memerlukannya.

Back to MessagesEdit subscriptions

Sunday, 3 January 2010

Happy bday my dear......I love u...


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,
Man,
Hari ini genap umur maman yg ke20....rasanya baru semalam maman lahir dari perut mama lewat pembedahan...sengaja mama tulis pada saat ini kerana pada ketika inilah jam inilah mama di sorong oleh sebilangan nurse yg bertugas dihospital besar Tawau keluar dari dewan pembedahan setelah mama tidak sedarkan diri semasa melahirkanmu...hari ini maman da besar panjang....da pandai berdikari..da bijak dari mama....bahkan da ada girl friend...heheheh sedar tak sedar..rupanya mama ni da tua ye...anak kecil mama yg nakal..agresif...bijak...tapi pandai kelentong mama da besar..da 20tahun...semalam mama call dia...dia tengah hepi ngan teman-teman yg mama sendiri tak kenal...mmmm dia da ada ruang sendiri, kehidupan sendiri...mama bangga...namun jauh disudud hati seorang mama masih risau...risau dgn keselamatan anak mama...walau katanya " mama jgn risau akh...taulah aku jg diri " memanglah mama tau anak mama pandai jg diri...tapi kegundahan hati sentiasa ada...tulah sifat semulajadi seorang ibu..

Mama masih ingat ketika itu maman baru berusia 6-7tahun...maman naik basikal pergi jauh dari rumah...mama tak tau yg maman boleh sampai ketempat yg asing dari lingkungan kita...betapa marahnya mama saat itu dan memukul maman...serta basikal itu mama kunci agar maman tak pergi jauh dari rumah...bukan apa...mama risau dan gundah dgn keselamatan maman...walau pun sebenarnya mama tau maman boleh jg diri dari sebarang kemungkinan....berbanding dgn adik beradik yg lain..maman memang seorang yg agresif....lincah...bergaya..berbeza dari abang..heheheh kadang-kadang..abg anca mama anggap macam anak kecil...maman yg selalu mama anggap lebih dewasa...

Man,
Hari ini maman telah melangkah kesatu usia yg hampir dewasa...mama tau..maman da matang....bahkan da berangan nk kahwin..ehhehehe...jgn mimpilah....belajar dulu...jd seorang yg boleh memberikan manfaat bukan sahaja pada mama, keluarga yg lain..tapi yg utama pada agama, bangsa dan NEGARA. Kerana itulah mama memasukkan maman kesekolah yg sgt menitik beratkan disipilin dan kepimpinan pada negara, mama tau maman tak suka subjek @ sekolah tersebut....tapi mama tetap berkeras ingin maman belajar disana kerana mama nak maman berkhidmat pada negara. Walau kita berselisih pendapat dalam segala hal..tetapi mama tau...maman akan ikut cakap mama juga..kerana mama tau maman bkn anak yg DERHAKA. Jauh disudut hati mama sebenarnya, maman adalah anak yg punya tempat yg tersendiri dihati sanubari mama...kalau selama ini maman terasa yg mama kurang memberikan perhatian berbanding adik dan abang maman..kerana mama sangat yakin dan tau maman seorang anak mama yg jauh lebih baik berbanding mereka....kerana itu mama sangat MEMBANGGAKAN maman dihadapan mereka (adik beradik maman)

Man,
khabarnya maman da ada awek? cewek?gf? hehehehe cepatnya......nasihat mama cuma satu, bila mendekati , menyayangi seorang wanita, apa pun kesalahannya, kesilapannya, jgn sama sekali melukakan tubuhnya...menyakiti jasadnya...kerana wanita itu walau sekasar mana pun masih tetap seorang wanita yg pada asalnya adalah seorang yg lemah lembut dan pastinya sangat menyukai kalau seorang lelaki bersikap lembut terhadapnya...namun mama nasihatkan...jgn sampai seorang wanita itu menjadikan maman seorang yg hilang identiti dan maruah seorang lelaki sejati...berpegang pada ajaran agama dalam menjalinkan hubungan dgn wanita...jgn jadikan mereka sebagai bahan pelampiasan dan objek yg boleh dimanipulasi....sedarlah bahawa tanpa wanita..maman tak akan jd seperti sekarang ini....

Man,
sedar tak sedar, maman da dekat 5tahun dirantau org....dikampung org...rindu mama pada maman hanya tuhan je yg tau...namun perasaan itu mama buan jauh-jauh demi pendidikan maman...demi masa depan anak mama...kerana mama sedar, mama tau, mama tak mampu tuk memberikan yg terbaik pada anak-anak mama...hanya dgn cara inilah mama boleh merialisasikan impian dan pendidikan maman...kalau selama ini maman rasa mama bersalah kerana menghantar maman jauh dari keluarga, MAAFKAN MAMA....TETAPI sebagaimana yg mama da katakan terlebih dahulu bahawa jauh disudut hati mama, anak mama yg mana berikan nama ABDUL RAHMANSYAH punya nilai yg tersendiri dihati mama dan ranking nilai itu sebernarnya jauh lebih tinggi berbanding sesiapa pun.....hanya tuhan yg tau...

Man,
Sebenarnya banyak yg ingin mama imbas kembali nostalgia dimasa lalu..tapi mama tak sanggup menulisnya disini kerana mama ini seorang yg cengeng...heheheh nanti banjir pula sabah ni...justeru dari itu...mama ingin mengundurkan diri dari surat pendek ini sebagai hadiah harijadi maman kerana mama tak mampu tuk memberikan mama satu hadiah yg bernilai kebendaan, melainkan suara hati dan kasih sayang mama yg abadi buat maman...akhir kata...SELAMAT HARIJADI BUAT ANAKDA YG TERCINTA...jaga diri, jaga solat, jaga maruah diri, jaga agama, bangsa dan negara...

Wassalam
Daripada
BONDA
Kota Kinabalu Sbh
3hb Januari 2010
3.40pm

woiiii...nakalnya dia..

Mencari Keredhan ILAHI....SUKARNYA MENCARI NUR...

Solat JUMAAT di Sabindo (pekan LOKKAWI) di Kinarut Papar memang masih membanggakan...setiap minggu surau dipekan tersebut masih dipenuhi oleh masyarakat MUSLIM dari  berbagai bangsa dan etnik, sehinggakan ruang untuk sembayang tidak mencukupi...kesian mereka....TERPAKSA sembayang di jalan raya yg kebersihannya agak diragui..seharusnya ADUN MELIHAT keperitan warga islam dipekan ini...dimana rasa tanggungjawab kita sebagai warga setempat melihat penomena ini...HELLO DATUK.....lihatlah...pandanglah...apa keperluan mereka sebenarnya....jangan hanya melihat mereka apa bila menjelang pilihanraya.....ehheheehh jgn marah.....saja...kan....sama-sama kita melihat n membangunkan agama kita....