Saturday, 30 October 2010

IKHLAS

Jika ada suatu perubahan maka perubahan itu datang dari diri kita sendiri, jika ada perbedaan maka kita sendirilah yang menciptakan perbedaan itu, hidup ini sebenarnya datar bagaikan air mengalir yang tenang dan terus mengalir melewati  jalurnya, tapi mengapa terkadang terasa hidup ini begitu menyulitkan dan bahkan menyesakkan dada, jawabannya hanya ada satu, kita tak pernah ikhlas dalam hidup ini.
Sulit memang…ya…itu benar tapi mudah benar..ya itu juga tidak salah, orang yang selalu ikhlas dalam hidupnya memandang keikhlasan bagaikan sebuah kebutuhan, tapi orang yang sulit melakukan keikhlasan dalam hidupnya memandang keikhlasan sebuah penderitaan.
Ada kisah seorang remaja yang kesehariaanya amat pintar pada suatu ketika tanpa ia sadari nilai nya lebih rendah dari pada teman sebangkunya, anak tersebut menangis dan tidak mau berteman dengan teman sebangkunya, anak tersebut menyesal coba saja dia belajar giat lagi dan banyak lagi unek2 yang ia lontarkan, lalu dia melihat temannya yang tidak begitu pintar masih tertawa riang walau anak itu tak pernah juara.kemudian ia bertanya : kenapa dirimu tak sedih jika tak dapat juara, dan kenapa kau tak benci terhadap teman2mu yang juara?, anak tersebut dengan wajah lugu menjawab;  tugas ku hanya belajar sungguh2 masalah juara itu urusan yang kuasa, jika aku belum juara maka itu bukan rezeki ku.
Remaja itu hanya diam, jangan kan untuk mencoba ikhlas dengan keadaan, bersyukurpun aku tak pernah akan juara yang selama ini ku raih.
 Ada seorang wanita dengan dua anak, pada saat anak2 nya sudah remaja, tiba-tiba suaminya pergi, ibu tersebut shock, dan benar2 tidak terima dengan keadaan,keluar masuk rumah sakit pun dilaluinya, paranormalpun telah letih didatanginya, pada suatu hari ia melihat ibu2 dengan 8 anak tanpa suami harus memungut barang bekas untuk memenuhi kehidupannya, tiba2 saja ia berhenti dan menghampiri ibu tersebut lalu bertanya dengan wajah penasaran : “ bu…tidak letihkah anda..? lalu mana suami anda..?
Ibu tersebut menjawab kenapa harus letih jika semua ini kujalani dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridho  illahi, suami ku telah pergi 5 tahun yang lalu, aku yakin Allah pasti akan memberikan ganti yang lebih baik, mungkin melalui kebahagiaan dari anak2ku, karena semua ini adalah kehendak yang kuasa, kami sekeluarga selalu berusaha dan tetap Allah yang menjadi  pengadilan yang paling adil dan bijaksana.
Ibu tersebut hanya diam, jangan kan menerima keadaan dengan ikhlas shalat pun aku tak pernah.
 Cukup 2 cerita singkat itu membawa kita pada sebuah arti, begitu indah sebuah keikhlasan dan begitu pahit jika keindahan hidup ini tak pernah kita syukuri.
Ingatlah!!!
Ketika kerjamu tak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan
Ketika usahamu dinilai tak penting, maka saat itu kau sedang belajar tentang keikhlasan
Ketika hatimu terluka dalam maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan
Ketika kau merasa lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan.
Sukses Buat Sahabat!!!

Wednesday, 27 October 2010

AL-FATIHAH BUAT NURHIDAYAH AISYAH ANTHA THAMRIN

27hb Oktober...datang lagi...inilah tarikh keramat buatku, tarikh yang membuatkan cintaku pergi..tarikh kembalinya puteri tunggalku kepangkuan ILAHI..betapa aku merasakan kehilangan tersebut..betapa aku merasakan pedihnya bila insan yang kita cintai meninggalkan kita selama-lamanya...Namun aku pasrah dan redha bahawa kematian itu pasti datang bila tiba masanya, aku cuma kesal bila aku tidak dapat memaafkan diriku bahawa aku kehilangan insan yang sangat aku dambakan kehadirannya... mungkin ketika hayatnya aku tidak pernah memperlihatkan pada org dan pada puteriku bahawa aku sangat menyintainya..tetapi itulah sikapku yang tidak terpuji bila aku sering kali menyembunyikan apa yang tersirat dalam hatiku. Semoga Tuhan menempatkan roh puteriku ditempat orang-orang yang beriman. Sesungguhnya puteriku seorang anak yang taat pada ibubapa dan agamanya dan aku berbangga dengannya walau tuhan cuma meminjamkan dia padaku cuma 12tahun . Bila mengenangkan penderitaannya ketika dia berjuang untuk melawan penyakit maut itu...aku amat bersyukur tuhan mengambilnya lebih awal berbanding dia menderita melawan sakit yang dirasakannya. Tiga tahun telah berlalu ...setelah pemergiannya..bagiku baru semalam dia disisiku..dengan tingkah lakunya yang manja dan agak degil bila mempertahankan sesuatu ...seakan dia ada disisiku..membelaiku dengan caranya yang tersendiri..mengurut kepala dan mengusap rambutku bila aku keletihan...TUHANKU...RINDUNYA AKU PADANYA...AL-FATIHAH BUATNYA...Seakan aku ingin katakan pada semua mahluk dimaya ini bahawa aku sangat merindukan kehadirannya ketika ini...Jerit tawanya..gurau sendanya..dan tangisannya cukup mengimbau rasa kehadirannya ketika dulu...mmm ..bila kita telah kehilangan seseorang..lebih-lebih insan yang sangat kita cintai...baru kita merasakan betapa dia sangat berharga pada kita sebenarnya....Pada insan yang pernah merasakan kehilangan insan yang tersayang pastinya dapat merasakan apa yang aku rasakan...cuma doa kupanjatkan pada Ilahi untuk puteriku dialam sana...semoga tuhan menempatkan dia bersama orang-orang yang beriman...amin...Alfatihah.....

Saturday, 23 October 2010

CINTAKU PADAMU






Inilah sekelumit pendapat orang bijak tentang "Cinta" sbb :Cinta suci itu milik orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan.Milik mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.Milik mereka yang masih mencintai, walaupun mereka telah disakiti.Dan milik mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan bahwa cinta bukan untuk sementara tetapi untuk selamanya.Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanyalah mencintai pantulan dari diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.CINTA sejati adalah saat kau dapat merelakan CINTA itu bahagia, bukan untuk mendapatkannya.Satu-satunya cara agar kita memperoleh kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. – Dale Carnagie -Hanya cinta yang bisa, menaklukkan dendamHanya kasih sayang tulus, yang mampu menyentuhHanya cinta yang bisa, mendamaikan benciHanya kasih sayang tulus yang mampu MENEMBUS RUANG dan WAKTU-Titi DJ-

Monday, 18 October 2010

MISTERI KEHIDUPAN

Pertemuan dengan seorang kawan internet semalam banyak mengajar aku erti kesyukuran padaMU ya tuhanku. Betapa aku sangat berbangga dan bersyukur bahawa aku tidaklah tergelincir dari landasan kehidupan dan duniawi seperti kawan tersebut (katalah aku memanggilnya HH). Aku mengenal HH dari laman sosial FACEBOOK...dia rajin mengikuti dan membaca blogku (katanya), aku menerimanya sebagai kawan sebagaimana aku menerima orang lain tanpa rasa curiga apa pun kerana aku sememangnya  seorang yang ikhlas dalam berkawan tak kira siapa pun dia. Kami sembang agak kerap dalam beberapa topik yang menarik dan topik yang paling menarik adalah bila dia meluahkan masalah kehidupannya padaku dan cuba untuk menyelami isi hatiku...Dengan rasa ikhlas aku memberikan pandangan menurut apa yg pernah aku alamai dan apa yang aku pelajari. Mendengar dia berceloteh dan meluahkan apa yang dia alami dalam kehidupannya cukup menyadarkan aku bahawa Tuhan itu MAHA ADIL....memberikan setiap hambanya anugerah yang berbeza dan memberikan kelemahan-kelemahan yang juga berbeza daripada orang lain agar setiap hambanya dapat menikmati kehidupan yang singkat ini dengan indah....

Apa yang aku dapat kutip dari perkenalan dengan HH, membuatkan aku merasakan bahawa aku memiliki satu kehidupan yang amat indah (meski pun aku mengalami banyak dugaan dan ranjau). Sedangkan dia tidak memiliki satu kehidupan yang sempurna bagi seorang wanita. Sekurang-kurangnya aku pernah memiliki satu kehidupan yang sangat indah dan masih lagi menikmati keindahan tersebut, biar pun aku tidak memilikinya. Aku tak pernah terbayang dalam kehidupanku bagaimana aku bisa hidup dengan seorang lelaki tanpa ikatan dan berkongsi semua dengan lelaki tersebut, sedangkan aku tidak mendapat penghargaan sedikit pun daripadanya... Tetapi kekuatan hati dan semangat waja HH dapat melalui semua itu....kalau aku..memang aku tak sanggup. Melihat kelembutan wanita itu, menyedarkan aku bahawa aku selama ini sangat kasar dan jahat pada lelaki...ehhehehe..Namun aku amat simpati padanya bila dia cuma menjadi objek tuk kepuasan lelaki tanpa sedikit pun lelaki itu berterima kasih padanya...namun kesabarannya aku cukup salut..hargai...betapa dia memiliki sekeping hati yang mulia....Kebetulan lelaki yang dia cintai dan sayangi adalah salah seorang rakan dalam laman sosial yang lain...ehheheh kecilnya dunia ini...tapi lelaki tersebut aku tak kenal pun...xpernah jumpa pun...namun lelaki itu selalu send sms/call dan sangat kerap hantar komen kat blog...hantar mesej kat website yang aku join (bukan fb) Kepada HH..aku panjatkan doa semoga dia tabah menghadapi kehidupannya dan mendapat rahmat dari ILAHI...AMIN...



Friday, 15 October 2010

Aurat kita...

Allah berfirman "Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu, dan pakaian perhiasan; dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah (dan rahmat-Nya kepada hamba-hambaNya) supaya mereka mengenangnya (dan bersyukur) "(7:26). Dalam ayat ini jelas perintah Allah untuk berpakaian berupa takwa, pakaian yang menunjukkan ketakwaan kita kepada Allah. Berpakaian takwa yang mana bukan saat menunaikan ibadah semata-mata, karena takwa itu harus ada setiap saat dan Allah itu Maha melihat.

Pada zaman yang penuh fitnah ini, kita dapat hilang banyak orang yang mengaku Islam tetapi berpakaian seperti tidak Islam terutama kaum wanita.
Apakah kita sudah tidak takut pada Allah dan Hari akhirat?
Apakah yang terjadi dengan iman kita?
Apakah kita telah lupa dengan azab Allah yang sangat dahsyat?

Ada hadis dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Ada dua golongan yang akan menjadi pengghuni neraka. Aku belum pernah meluhat mereka yaitu kaum yang memiliki cemeti cemeti bagaikan ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang dan golongan kedua adalah para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggang-lenggok ketika berjalan, menarik perhatian orang yang melihat mereka. Kepala mereka (sanggul / model) bagaikan bonggol unta yang senget. mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi surga dapat terhidu dari jarak perjalanan yang sangat jauh. "
(Riwayat Muslim no. 3971).
Hadis sangat jelas menyatakan azab Allah kepada para wanita yang tidak menutup aurat dengan sempurna. Wanita-wanita yang telah dijelaskan di dalam hadis ini, menunjukkan kebanyakan wanita-wanita masa kini, seperti berpakaian ketat, tidak menutup rambut dan bagian dada baik.

Sikap tidak menutup aurat ini sangat memberikan dampak negatif bukan saja kepada diri sendiri tetapi juga kepada orang lain. Sikap ini dapat menyebabkan wanita lain menjadi korban nafsu serakah pria yang durjana.
Wahai saudari sekalian, apakah Anda suka menjadi penyebab kekerasan terhadap wanita lain?
Wanita ini bagaikan mutiara, ia akan selamat jika berada dalam cangkang, jika terbuka cengkerangnya pasti akan dinodai orang.

Allah dengan jelas telah menyatakan tentang aurat wanita yang seharusnya, 
"Dan Katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangan mereka (dari memandang yang haram), dan memelihara kemaluannya; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan harus mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau anak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. "
(S.Q.24:31)

Adalah kewajiban umat Islam untuk mematuhi hukum Allah yang seperti di atas. Jika dikatakan tudung, tidak hanya untuk menutup kepala, tetapi juga untuk menutup aurat di bagian dada. Jika dikatakan pakaian yang menutup kulit sepenuhnya, harus longgar dan tebal bukan ketat atau nipis sampai menampakkan bentuk tubuh. Sejarah telah menunjukkan bagaimana manusia telah terkena azab Allah karena melanggar perintah. Semoga Allah melindungi kita dari azabNya.

Hai saudara-saudara sekalian, sebagai seorang pria, seseorang itu tidak sepatutnya bersifat dayus dalam memastikan sempurna aurat istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. Jika tanggung jawab ini tidak dilaksanakan, pastilah kita dalam kemurkaan Allah. Jelaslah kini, pria dan wanita sangat berperan penting dalam kiat ini. Mungkin seseorang itu akan berkata,
"Saya masih muda lagi untuk menutup aurat bila saya dah tua, saya akan menutup aurat".
Apakah kita telah lupa yang Allah yang menentukan hidup mati kita?
Apakah pasti kita bisa hidup lama untuk melaksanakan perintah Allah kemudian? Sesungguhnya pemuda mulai beribadah dan mengingat Allah pada usia mudanya, akan dinaungi oleh Allah di akhirat.

Marilah kita semua muhasabah diri dan bertobat atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan. Semoga Allah merahmati kita dan member naungan di akhirat kelak.
Amin .... 
Wassalam.

Thursday, 14 October 2010

BUGIS

Help build the future of Wikipedia and its sister projects!


Read a letter from Jimmy Wales and Michael Snow. [Hide] [Help us with translations!]



Bugis

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search

For the street in Singapore, see Bugis Street.

Bugis



Abu Bakar of Johor B.J. Habibie

Najib Tun Razak • Jusuf Kalla • Ziana Zain

Total population

6.0 million (2000 census)

Regions with significant populations

Indonesia 5,157,000 [1]

Sulawesi

South Sulawesi 3,400,000

South East Sulawesi 372 289

Central Sulawesi 314 008

West Sulawesi 103 207

Kalimantan

East Kalimantan 522 570

South Kalimantan 366 495

West Kalimantan 135 490

Sumatera

Riau 120 508

Jambi 64 393

Bangka-Belitung Islands 33 200

Riau Islands 26 400

Java

Jakarta 50 300

Malaysia 728,465

Singapore 15 374



Languages

Bugis, Indonesian, Malay



Religion

Predomatinely Sunni muslim, some animism



The Bugis are the most numerous of the three major linguistic and ethnic groups of South Sulawesi, the southwestern province of Sulawesi, Indonesia's third largest island. Although many Bugis live in the large port cities of Makassar and Parepare, the majority are farmers who grow wet rice on the lowland plains to the north and west of the town of Maros. The name Bugis is an exonym which represents an older form of the name; (To) Ugi is the endonym.



The Bugis speak a distinct regional language in addition to Indonesian, called Basa Ugi, Bugis or Buginese. In reality, there are a several dialects, some of which are sufficiently different from others to be considered separate languages. Bugis belongs to the South Sulawesi language group; other members include Makasar, Toraja, Mandar and Enrekang, each being a series of dialects.[2]



The Bugis are known in their navigation skills and economic influence in the Malay Archipelago. The center for the Bugis's economic and culture is in Ujung Pandang or Makassar. They are also adherents of Islam.[3]



As the most numerous group in the region (more than 5 million), they have had considerable influence on their neighbors.



Contents [hide]

1 History

1.1 Origins

1.2 Term and etymology

1.3 Homeland

1.4 In Malay peninsular and Sumatra

1.5 In Northern Australia

2 Present lifestyle

3 Religion

4 Sea exploration

5 See also

6 References

7 External links





[edit] History

[edit] Origins

The Bugis are the descendant of the Deutero-Malays which had arrived to South-East Asia in 1500BC. They arrived in South East Asia after the first wave of the migration by the Proto-Malays.[citation needed]





South Sulawesi province in Indonesia, home of the Bugis people.[edit] Term and etymology

The name Bugis was based from the word To Ugi or the Bugis People.[4] It refers to the followers of the La Sattumpugi; the first Bugis king from the ancient Cina Kingdom which covers present day Wajo Regency in South Sulawesi.[5]



[edit] Homeland

Tana Ugi is known as the heartland and the birthplace of the culture and tradition of the Bugis. The territory composing the present-day South Sulawesi. The name Tana Ugi loosely defined as "The Bugis Land".[6]



The homeland of the Bugis is the area around Lake Tempe and Lake Sidenreng in the Walennae Depression in the southwest peninsula. It was here that the ancestors of the present-day Bugis settled, probably in the mid- to late second millennium BC. The area is rich in fish and wildlife and the annual fluctuation of Lake Tempe (a reservoir lake for the Bila and Walennae rivers) allows speculative planting of wet rice, while the hills can be farmed by swidden or shifting cultivation, wet rice, gathering and hunting. Around AD 1200 the availability of prestigious imported goods including Chinese and Southeast Asian ceramics and Gujerati print-block textiles, coupled with newly discovered sources of iron ore in Luwu stimulated an agrarian revolution which expanded from the great lakes region into the lowland plains to the east, south and west of the Walennae depression. This led over the next 400 years to the development of the major kingdoms of South Sulawesi, and the social transformation of chiefly societies into hierarchical proto-states.[7]



Unlike other parts of early Southeast Asia which had been largely Indianised, the Bugis didn't received much influence from India. The only significant Indian influence towards the bugis is the Lontara script which is largely based on the Bramic scriptst from India. The minimal influence from India during that period compare to the other early kingdoms in Java and Sumatra is believed due to the early Bugis are against assimilation of foreign cultures.[8]



[edit] In Malay peninsular and Sumatra

This section does not cite any references or sources.

Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed. (May 2010)



The conclusion in 1669 of a protracted civil war led to a diaspora of Bugis and their entry into the politics of peninsular Malaysia and Sumatra. The Bugis played an important role in defeating Jambi and had a huge influence in Sultanate of Johor. Apart from the Malays, another influential faction in Johor at that time was the Minangkabau. Both the Bugis and the Minangkabau realized how the death of Sultan Mahmud II had provided them with the chance to exert power in Johor. Under the leadership of Daeng Parani, the descendants of two families settled on the Linggi and Selangor rivers and became the power behind the Johor throne, with the creation of the office of the Yang Dipertuan Muda (Yam Tuan Muda), or Bugis underking.



[edit] In Northern Australia

Long before European colonialists extended their influence into these waters, the Makasar, the Bajau, and the Bugis built elegant, ocean-going schooners in which they plied the trade routes. Intrepid and doughty, they travelled as far east as the Aru Islands, off New Guinea, where they traded in the skins of birds of paradise and medicinal masoya bark, and to northern Australia, where they exchanged shells, birds'-nests and mother-of-pearl for knives and salt with Aboriginal tribes. The products of the forest and sea that they brought back were avidly sought after in the markets and entrepots of Asia, where the Bugis bartered for opium, silk, cotton, firearms and gunpowder. [citation needed]



The Bugis sailors left their mark and culture on an area of the northern Australian coast which stretches over two thousand kilometers from the Kimberley to the Gulf of Carpentaria. Throughout these parts of northern Australia, there is much evidence of a significant Bugis presence. There are the remains of Bugis buildings on islands, Bugis words have become part of the Aboriginal languages and Bugis men and their craft feature in the indigenous art of the people of Arnhem Land.[citation needed] Each year, the Bugis sailors would sail down on the northwestern monsoon in their wooden pinisi. They would stay in Australian waters for several months to trade and take trepang (or dried sea cucumber) before returning to Makassar on the dry season off shore winds. These trading voyages continued until 1907.[citation needed]



As Thomas Forrest wrote in Voyage from Calcutta, "The Bugis are a high-spirited people: they will not bear ill-usage...They are fond of adventures, emigration, and capable of undertaking the most dangerous enterprises."



[edit] Present lifestyle

This section does not cite any references or sources.

Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed. (May 2010)



Most present-day Bugis now earn their living as rice farmers, traders or fishermen. Women help with the agricultural cycle and work in the homes. Some women still weave the silk sarongs worn on festive occasions by men and women.



Most Bugis live in stilted houses, sometimes three meters (9 ft) or more off the ground, with plank walls and floors. During growing seasons some family members may reside in little huts dispersed among the fields.



Many of the marriages are still arranged by parents and ideally take place between cousins. A newlywed couple often lives with the wife's family for the first few years of their marriage. Divorce is a fairly common occurrence, particularly when the married couple are still in their teens.



The Bugis' diet consists mainly of rice, maize, fish, chicken, vegetables, fruit and coffee. On festive occasions, goat is served as a special dish. Visual and performing arts, such as dance and recitations of epic poetry have largely been replaced by modern entertainments such as karaoke.



The Bugis culture also recognizes five separate genders that are necessary to keep the world in balance and harmony. These include makkunrai (feminine woman), calabai (feminine man), calalai (masculine female), oroané (masculine man), and bissu (embodying both male and female energies, revered as a shaman).



[edit] Religion

Prior the Islamic conversion of the Bugis, the Bugis are largely practiced animism. The Bissu (or sharman) poses great power in the religious affairs of the Bugis. Historical evidence suggested that the pre-islamic Bugis practiced the act of cremation towards the deceased, especially to the nobleman. The crematorium is called Patunuang and the ashes of the deceased are kept in an urn. However, the act of cremation is limited in certain places, based on the Portuguese sources, the Makassarese buried the dead while the Torajans keep their deceased in the caves.



While the earlier pre-islamic Bugis rulers were not being cremated nor buried, as the soul are believed to be vanished and returned to the heavens, the corpse will be left leaning under a tree until the body decayed. While the body of dead infant will be left submerged under a river or the sea.



In the early 1600s, the Minangkabau ulema, Dato Ri Bandang, Dato Ri Tiro, and Dato Ri Patimang spread Islam in South Sulawesi.[9] The Bugis converted from indigenous animistic practices and beliefs to Islam. A few west coast rulers converted to Christianity in the mid-sixteenth century, but failure by the Portuguese at Malacca to provide priests meant that this did not last. By 1611, all the Makasar and Bugis kingdoms had converted to Islam, though pockets of animists among the Bugis To Lotang at Amparita and the Makasar Konja in Bulukumba persist to this day. Practices originating in the pre-Islamic period also survive, such as ancestor veneration and spirit possession, though these practices are less inclined to be performed by the current generation, as most are now educated in Islam.



[edit] Sea exploration

This section does not cite any references or sources.

Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed. (May 2010)



Respected as traders and sailors, and feared occasionally as adventurers and pirates, the seafarers of southern Sulawesi looked outwards, seeking their fortunes throughout the Indonesian archipelago. While trade was the seafarers' main goal, the Makasar, Bajau, and Bugis often set up permanent settlements, either through conquest or diplomacy, and marrying into local societies. However, their reputation as seafarers dates to after 1670; most Bugis were, and are, rice farmers..



[edit] See also

Indonesia portal

Wikisource has the text of the 1911 Encyclopædia Britannica article Bugis.

Bugis of Sabah

Bugis in Singapore

Demographics of Indonesia

[edit] References

^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 2003. ISBN 9812302123.

^ Mills, R.F. 1975. Proto South Sulawesi and Proto Austronesian phonology. Ph. D thesis, University of Michigan.

^ Pelras, Christian . The Peoples of South-East Asia and The Pacific: The Bugis. 1st ed. Blackwell Publisher, 1996. Print. .

^ Pelras, Christian . The Peoples of South-East Asia and The Pacific: The Bugis. 1st ed. Blackwell Publisher, 1996. Print. .

^ Pelras, Christian . The Peoples of South-East Asia and The Pacific: The Bugis. 1st ed. Blackwell Publisher, 1996. Print. .

^ Pelras, Christian . The Peoples of South-East Asia and The Pacific: The Bugis. 1st ed. Blackwell Publisher, 1996. Print. .

^ Caldwell, I. 1995. 'Power, state and society among the pre-Islamic Bugis.' Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 151(3): 394-421; Bulbeck, D. and I. Caldwell 2000. Land of iron; The historical archaeology of Luwu and the Cenrana valley. Hull: Centre for South-East Asian Studies, University of Hull.

^ Pelras, Christian . The Peoples of South-East Asia and The Pacific: The Bugis. 1st ed. Blackwell Publisher, 1996. Print. .

^ Naim, Mochtar. Merantau.

[edit] External links

The history of Bugis and Makassarese

Retrieved from "http://en.wikipedia.org/wiki/Bugis"

Categories: Bugis people
Ethnic groups in Malaysia
Ethnic groups in Indonesia
Ethnic groups in Singapore
Muslim communities

Hidden categories: All articles with unsourced statements
Articles with unsourced statements from May 2010
Articles needing additional references from May 2010
All articles needing additional references
Articles with unsourced statements from February 2007

Personal tools

New features Log in / create account Namespaces

Article Discussion VariantsViews

Read Edit View history ActionsSearch



SearchNavigation

Main page Contents Featured content Current events Random article Interaction

About Wikipedia Community portal Recent changes Contact Wikipedia Donate to Wikipedia Help Toolbox

What links here Related changes Upload file Special pages Permanent link Cite this page Print/export

Create a bookDownload as PDFPrintable versionLanguages

Deutsch Français 한국어 Bahasa Indonesia Bahasa Melayu 日本語 Русский Српски / Srpski Srpskohrvatski / Српскохрватски Українська 中文 This page was last modified on 15 June 2010 at 06:52.



Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License; additional terms may apply. See Terms of Use for details.

Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization.



Contact us

Privacy policy About Wikipedia Disclaimers

INDAHNYA DUNIA NI

Aku marasakan betapa setiap apa yang kukulakukan kini, seakan tersenyum padaku....senyum kambingke? senyum perlike?senyum ikhlaske...ntahlah... aku tak pasti...namun apa yang aku tahu bahawa hatiku kini ada taman...heheeh...kedenganrannya sangat puitis ye...tapi itulah hakikatnya...wajah-wajah dan nama-nama yang pernah menyakitkan hatiku dan meninggalkan aku, seakan semuanya mengejarku...apakah yang mereka inginkan dariku? cinta>>>sex>>money>>>atau cuma petualang dalam kehiduapan?bukankah mereka-mereka itulah dulu yang telah melemparkan aku jauh dari kegembiraan...membaling diriku dengan penghinaan...perlukah aku menyambut huluran tangan mereka dengan baik sedangkan dulu hatiku hancur lebur dengan setiap apa yang mereka perkatakan dan ungkapkan?...disudut lain..hati kecilku berkata dan berbisik bahawa memaafkan orang lain adalah lebih baik daripada menjadi pendendam...memberikan orang lain peluang untuk berubah lebih baik dari membiarkan mereka hanyut dengan sikap-sikap yang kurang terpuji. Kubasuh seluruh tubuhku dan jiwaku dengan air solat dan bersujud padaNYA...memohon pada SANG MAHA PENCIPTA..berikanlah aku pedoman dan petunjuk dalam menghadapi situasi ini...Alhamdulillah, setiap kali aku memohon padaNYA..aku tidak pernah kecewa..kutemui jalan penyelesaian...dan meneruskan perjalanan kehidupanku dengan baik dan lancar.Indahnya dunia ini....jika inilah yang bakal aku lalui...aku ingin hidup 1000 tahun lagi...huhuhuhu...puitisnya..kulupakan semua apa yang telah berlalu namun aku tak akan melupakan dari setiap apa yang menjadi pengajaran dalam perjalanan kehidupanku. Sekurang-kurangnya memori silamku boleh menjadi pedomanku...boleh menjadi guruku...boleh menjadi mentorku. Aku tahu dan yakin bahawa setiap apa yang berlaku sebenarnya adalah 1 ketentuan Ilahi...aku tak boleh bersikap dendam...lebih-lebih dendam pada Tuhan....pada sesama insan...bagiku inilah taqdirku...aku PASRAH. Bila aku memujuk hatiku, aku terasa damai. tenang..lega..mmm bersyukurlah aku kerana disaat ini aku masih memiliki sekeping hati yang lembut...namun tidak mustahil satu hari nanti ia akan berubah menjadi sekeping hati yang keras dan waja...Dan melihat setiap objek tersenyum padaku...memberikan aku sejuta rasa dan sejuta kebahagian..Namun aku belum temukan seraut wajah dan sebuah nama untuk menjadi pendampingku setelah aku terluka, biar pun aku tahu ada nama dan wajah yang kekal abadi dalam hatiku...kusimpan wajah dan nama itu dalam jauhhhhhh...direlung hatiku dan sentiasa mengharapkan bahawa satu saat kelak tuhan akan menghadiahkan dia padaku....Aku merindukan dirinya setiap masa dan saat aku bersendirian...biar pun aku tahu aku tidak berada dalam dirinya...menyintai orang yang tidak menyintai kita...memang amat payah dan menyakitkan...dan dicintai oleh orang yang tidak kita cinta adalah amat meresahkan...heheeheh tapi yang mana harus kukutip? mengejar orang yang kucintai atau menyambut huluran tangan orang yang menyintaiku...ehhehehe....dunia-dunia...penuh dengan misteri kehidupan.....

Tuesday, 12 October 2010

DUNIA MOTIVASI (copy)

PASTI ADA CARA KELUARNYA..

Banyak kita yang menghadapi masalah dalam menjalankan hidup kita masing-masing, dan sebagai manusia itu adalah hal biasa, baik masalah sekolah, masalah kampus, masalah rumah tangga, masalah dalam pekerjaan, masalah percintaan sampai kepada masalah yang sangat pribadi. Namun percayalah bahwa itu semua pasti memiliki jalan keluarnya, karena JANJI ALLAH S.W.T adalah “ tidak akan aku berikan cobaan kepada manusia diluar batas kemampuan umatKU.” Itu artinya tinggal kita mencari jalan keluar yang terbaik buat mengatasi masalah kita masing-masing, dan semoga jalan keluar yang sahabat ambil adalah benar-benar jalan keluar yang tepat dan dapat menyelesaikan masalah sahabat dengan baik. Aminnnnn…
Kita semua selalu dihadapkan oleh begitu banyak rintangan dalam hidup setiap hari, yang tak jarang rintangan itu membuat kita frustasi bahkan sampai tingkat paling tinggi ya itu stress. Tapi saya yakin kita tidak sampai diberikan cobaan oleh Allah S.W.T seperti layaknya Nabi Ayub A.S. Padahal frustasi atau stress itu tidak perlu kita lakukan karena hanya membuat kita kehilangan waktu dan pikiran kita untuk mencari jalan keluarnya. Hanya ada dua pilihan bagi kita, yang pertama kita terus dihantui masalahnya atau kita berani mengatakan “ pasti ada cara keluarnya dan saya akan menemukannya “. Intinya hadapi masalah dan jangan bertahan dengan masalah tersebut, termasuk apabila kita di pecat dari pekerjaan kita. HIDUP BELUM BERAKHIR SAHABAT!!!!!
Kita tidak harus punya ide baru untuk mencari peluang, kak seto hanya bermain dengan anak-anak, tukul hanya bercanda dan banyak lagi orang-orang yang mendapatkan kekayaan hanya dengan sesuatu yang biasa dilakukan. Saat ini sudah sangat banyak cara untuk kita jadi besar, beberapa audisi atau kegiatan game show yang memberikan hadiah milyaran dan sebagainya, walaupun itu mungkin sebagai wacana saja dari banyaknya cara mendapatkan sesuatu. Buatlah sesuatu yang terkadang menurut kita sangat sederhana namun yakinlah apabila sesuatu yang sederhana tersebut bisa diterima pasar maka ia tidak akan bisa ditarik kembali. Kita ambil contoh tissue, pipet, sumpit, tusuk gigi, korek kuping dan lain sebagainya. Jadi jangan pernah kita dengarkan kalimat yang mengatakan bahwa ini ide atau sesuatu yang sangat sederhana menghentikan kreatifitas kita melakukan sesuatu walaupun kalimat itu dari dalam diri kita sendiri, karena sering kali ternyata ide dan sesuatu yang sangat sederhana itu justru bernilai jutaan rupiah.
Artinya semua kita diberikan kesempatan, kemampuan dan kondisi yang sama oleh sang pencipta, hanya tinggal bagaimana cara kita mengasah, merobah, berbuat dan berani memutuskan dari apa yang kita miliki untuk kita lakukan. Dunia tidak pernah mau tau tentang kesulitan yang kita hadapi, orang lain tidak akan pernah tau tentang apa yang kita rasakan dan kita inginkan, jangan berharap terlalu banyak kepada orang lain karena itu akan membuat kita kecewa. Maka, buatlah ide-ide sesederhana mungkin, lalu focus untuk membuat ide itu diterima oleh orang lain.
Sukses buat kita semua…
Slamat berjuang sahabat!!

Friday, 1 October 2010

SIAPA AKU DALAM DIRIMU DAN DIRINYA,,,

hidup ini umpama roda.
kadang kita di atas..
kadangkala kita di bawah..
bila kita dibawah,
kita kena selalu pandang ke atas..
untuk kita berusaha untuk
naik ke atas...
dan bila kita di atas,
jangan kita lupa pandang ke bawah..
agar kita sedar
di mana letaknya diri kita..
dari mana asal usul kita..
agar kita tak lupa
pada insan yang ada di bawah..
untuk kita bantu mereka
agar bersama-sama kita
meniti saat manis bersama
bila kita di puncak kejayaan.,,,
dalam kita menempuh kehidupan hari ini dan hari-hari mendatang, kita tak kan lepas dari di uji..ada sahaja onak dan duri yang akan kita tempuhi...hidup ini tak indah andainya kemanisan sahaja yang mewarnainya...sebab, mungkin ada yang jadi lupa diri, lupa daratan, meninggi diri & berbangga dengan apa yang ada..tapi, kemanisan yang berselang seli dengan kepahitan akan mengajar kita erti syukur....dan belajar erti menghargai...hari ini kita berteman......hari esok kita keseoragan..hari ini kita gembira.hari esok kita terluka........
hari ini kita bertemu....
esok kita berpisah........
kita kesepian & kesunyian.......~kesepian& kesunyian itu .....kadangkala indah.....kadangkala membosankan..tapi..kesepian mengajar kita menghargai detik manis yang telah berlalu dalam hidup kita~
kita menangis....adakalanya dalam hidup ini
kita perlu menangis ....agar kita sedar ,,,,hidup ini bukan hanya untuk....bergembira & berketawa....dan
adakalanya kita perlu ketawa ,,,agar kita tahu menghargai ,,,,nilai setitis air mata...kalau kita tidak merasa kesulitan hari ini
kita tidak akan rasai kemanisan kemudian hari....esekali kita perlu DERITA..untuk mengenal erti BAHAGIA...sesekali kita perlu KECEWA....untuk kita kenal erti KEJAYAAN...sesekali kita perlu MENANGIS
untuk kita syukuri NIKMAT yang diberi...sesekali kita perlu TERHIRIS,,,untuk kita kenal DIRI SENDIRI...
dalam jauh sebuah perjalanan,,,ALLAH amanahkan sebuah perjuangan..
terimalah dengan kekuatan...terkadang sakit yang mendatang..terkadang teman tak sehaluan.....terkadang cemerlang tak kesampaian..namun..kita perlu gah di sisi ALLAH
untuk meneruskan perjuangan..
apabila aku kesepian
hiburlah aku dengan suaramu...
apabila aku sakit
ubati aku dengan rasa kasih sayangmu..
apabila aku mati,
jangan mandikan aku dengan air matamu..
apabila aku terkubur,
kuburkan aku dihatimu...
bila aku tersesat,
selamatkanlah aku dengan doamu..
hidup ini susah untuk diduga..
kadang-kadang kita rasa
dekat sangat dengan seseorang..tapi sebenarnya jauh....
walaupun kita dapat capai & genggam tangannya,
tapi belum tentu hati dia dapat kita selami..
mungkin kadang-kadang
kita dapat tengok dia ketawa..
tapi kita tak tahu
apa di sebalik senyumannya...
bila dia menangis,
kita ingat kehadiran kita dapat memujuknya..
walhal kehadiran kita langsung tidak dihargai...
rencah dunia...
kita tidak tahu siapa kawan siapa lawan..
sehinggalah sampai masa kita jatuh..
adakah tangan itu menghulurkan bantuan ??
atau
kita ditinggalkan.....???
mengenali seseorang itu
kadangkala membuat kita ketawa...
mengenali seseorang itu
kadang-kadang membuat kita mengalir air mata...
sesungguhnya...
mengenali seseorang itu
mampu memberi kita sejuta rasa...
marah , sedih, gembira, sayang & rindu...
tapi sedarkah kita ??
mengenali seseorang itu
adalah satu anugerah
biarpun hadir nya cuma seketika...
dalam hidup kita,
TUHAN akan bagi kita peluang
untuk kita berjumpa
dengan orang yang betul-betul kita sayang...
tapi hanya sekali....
sekiranya kita leka
kita akan kehilangannya buat selamanya....
tapi kita tak pernah tahu siapa orangnya
jika kita sendiri tak pernah sedar
dan tak pernah cuba untuk menghargai kehadirannya...
mungkin setelah segalanya berlalu
baru kita mula sedar
dan mungkin
kita tak berpeluang untuk memilikinya
untuk selamanya....
kadang-kadang kita tak sedar
orang yang kita tak peduli
sayang sangat kat kita..
kadang-kadang kita tak sedar,
kita terlampau sayang kat orang,
sedangkan dia selalu sakitkan hati kita..
kadang-kadang ALLAH sembunyikan matahari,
DIA datangkan hujan petir & kilat...
kita bersedih dan tertanya-tanya,
ke mana menghilangnya matahari..rupa-rupanya,,,,ALLAH nak hadiahkan kita ..pelangi yang sungguh indah.....ku minta pada ALLAH,
setangkai bunga segar,,,,ia berikan kaktus yang berduri..
ku minta pula kupu-kupu,,,,ia berikan ulat..ku sungguh kecewa dan bersedih..namun tak lama kemudian...
kaktus itu berbunga indah sekali..
dan ulat itu menjadi kupu-kupu yang sangat cantik.....
begitulah ALLAH mengasihi kita...kadang-kadang ALLAH tak berikan kepada kita apa yang kita nak kerana ada yang lebih baik untuk kita...
anything..aramaiti......

mencintai tidak bererti memiliki..


Janganlah kau angkuh melaungkan...
Si dia kepunyaan mu ...
Atau kau kepunyaan si dia ...
Kerana hakikatnya...Kita tidak pernah memiliki sesiapa...
Walau sekeping hati seorang insan...
Tidakkah kau sedar...
Hukum alam menyatakan...
Mencintai tidak semestinya memiliki?...
Manusia pandai berpura ...
Berlakon di pentas dunia...
Dan bertopeng menutup rahsia..
Tetapi hati...
Tidak pernah berdusta pada empunya...Tentang perasaan yang bergolak di dalamnya...
Tidakkah kau sedar...
Mungkin si dia melafazkan...
Ungkapan cinta pada mu ...
Tetapi hati dan perasaannya...
Tidak pernah berniat begitu...
Dia hanya berselindung...
Di sebalik sejuta alasan...

Dan kau...
Begitu jujur dan setia mencintainya..
Sehingga terlupa..
Hukum alam menyatakan..
Mencintai tidak bermakna memiliki..
Sesungguhnya... "Aku tidak pernah memiliki diri mu..."
"Dan kau jua tidak memiliki diri ku."
Mengertilah...
Kita sebenarnya kepunyaan..
Yang Maha Esa...
Tiada sesiapa berhak memiliki diri kita...
Kecuali Dia...
Dia mengasihi hamba-Nya...
Dia memiliki hamba-Nya...
Dan ke pangkuan Dia kita akan di kembali.....