Monday, 29 November 2010

Puteraku

Herizal Alwi II 26 November at 14:28 Reply • Report
Puteraku, Puisi ini untukmu ...
Kaulah mawar idaman
Tumbuhmu di taman larangan
Mekarmu dipagari dan dibajai
Sesucinya hatimu seindah akhlakmu
Diciptakan sebagai seorang lelaki
Mewarisi kelembutan dan kegagahan seorang lelaki waja
Tumbuhmu tetap indah
Walau cuma di taman larangan
Menyinarkan nur keimanan Yang mekar dihiasi mahmudah
Berkat asuhan ayah bunda
Kaulah arjunai ummah
Akhlakmu permata diri
Peliharalah maruah dan budi
Niscaya kaulah yang bernama
lelaki Sejati
Kebanggaan ayah bunda ...
Puteraku,
Barangkali kamu sudah bosan membaca tulis menulisku ini.
Aku tidak pasti bilakah masanya engkau bakal membaca tulis menulisku ini.
Kalau engkau membacanya tika aku masih di sampingmu maka anggaplah ini pesanku buatmu wahai puteraku.
Jika engkau membacanya tika aku sudah pengebumian itulah wasiatku buatmu.
Untuk mengakhiri tulis menulisku ini aku juga ingin berpesan sebagaimana Luqman al-Hakim berpesan kepada anaknya ...
Telah berpesan Luqman Al-Hakim kepada anaknya,
"Sepanjang hidupku, aku hanya memilih 8 kalimah dari pusaka para Nabi yang lalu yaitu:
"Apabila engkau sedang solat kepada Allah swt maka jagalah baik-baik fikiranmu.
Apabila kamu berada di rumah orang lain, maka jagailah pandanganmu.
Apabila kamu berada di tengah-tengah perundingan maka jagalah lidahmu.
Apabila engkau hadir dalam jamuan makan maka jagalah perangai dan adabmu.
Ingatilah kepada Allah s.w.t.
Lupakan budi baikmu terhadap orang lain.
Lupakanlah semua kesalahan orang lain terhadapmu.
Sentiasalah mengingat mati."

Sumber :
http://www.facebook.com/notes.php?id=1167244343&notes_tab=app_2347471856#!/note.php

Thursday, 25 November 2010

Bicara tentang Dia

Aku melihat mu kemarin, saat engkau memulai aktivitas harian mu.


Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuh



Kemudian, kau juga tidak mengucapkan 'Bismillah' sebelum memulai santapan, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum ke tempat tidurmu



Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukai nya



Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihat tidak berubah cara hidupmu.



Hai Bodoh, Kamu milikku.



Ingatlah, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,



dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu.



Malah aku masih pembencimu, karena aku benci Allah.



Aku hanya menggunakan untuk membalas dendam ku kepada Allah.



Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkan sepanjang masa untuk membebaskannya



Kau lihat, ALLAH menyayangi mu dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.



Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,



dan aku akan membuat kehidupan seperti neraka.



Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH



Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani



Kita tonton film 'porno' bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangnya, bergosip, menghakimi orang, menghujat orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua,



Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.



TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.



Ayo lah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.



Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.



Ini hanya merupakan surat penghargaan ku untuk mu.



Aku ingin mengucapkan 'TERIMA KASIH' karena sudah mengizinkan ku
memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.



Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakan mu.



Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.



Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.



Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.



Jadi, pergi dan lanjutkan lah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.



Yang perlu kau lakukan adalah mabuk-mabuk, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.



Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan meniru nya.



Begitulah anak-anak.



Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.



Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.



Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.



Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.



Memperingati orang bukan tabiat ku, tapi di usia mu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.



Jangan salah sangka, aku masih tetap pembencimu.



Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata ALLAH.



Catatan: Jika kau benar2 menyayangi ku, kau tak akan memberi surat ini dengan siapa pun

email from my best friend..tq so much...

Tuesday, 16 November 2010

Haji dan Demokrasi

Berbicara tentang ibadah Haji banyak mengandung pelajaran yang sangat berguna. Dalam Bahasa Arab, Haji (Hajj) berarti membuat keputusan untuk mengunjungi tempat suci. Karena orang banyak dari segala penjuru dunia membuat keputusan untuk mengunjungi Ka'bah maka pekerjaan dinamakan haji.



Sebagaimana Allah SWT memfardlukan Sholat agar manusia selalu menghubungi / mendekatkan diri kepada Allah dan mengaku kehambaan serta mengharapkan rahmat dan Maghfiroh-Nya. Allah memfardlukan Zakat untuk mensucikan harta dan memberi bantuan kepada orang - orang fakir. Sebagaimana Allah memfardlukan Shalat berjama'ah supaya manusia dapat saling mengenal, Allah memfardlukan Haji supaya terjalin hubungan antara seluruh Umat Muslim didunia tanpa ada perbedaan apapun diantaranya.




Tepat pada tanggal 9 Dzulhijah mereka berwuquf di Arafah, suatu padang pasir yang luas, panas, tandus dan gersang. Semua sama - sama berpakaian kain ihram dua helai semua sama - sama duduk bersimpuh dan bersujud dihadapan Allah Rabbul'Alamin memohon ampunan dan Maghfirah.




Mengunjungi Baitullah yang terletak di Mekah untuk menunaikan Ibadah Haji, suatu yang fardlu sebagaimana Shalat dan Zakat. Firnan Allah dalam QS : Ali Imran.3 : 97 yang artinya " mengerjakan haji adalah kewajiban menusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa yang mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta. "




Didalam sejarah Haji tidak terlepas dari riwayat Nabi Ibrahim AS yang lahir di Irak + 4000 tahun yang lalu dimana kondisi pada saat itu seluruh umat manusia sudah melupakan Tuhan. Menurut Abul Ala Maududi (1975) tak satupun diatas dunia ini yang tahu siapa Tuhannya yang sebenarnya. Tak seorang pun yang menundukkan kepala dengan patuh secara eksklusif menghambakan kepada-Nya. Padahal pada saat itu bangsa ditengah kawasan dimana Nabi Ibrahim dilahirkan adalah bangsa yang maju didunia, tetapi juga paling besar Takhayul dan kesesatannya.




Nabi Ibrahim AS bukanlah manusia kebanyakan, ia memiliki kepribadian yang berbeda dari orang banyak. Segala macam cobaan datang menerpanya dan Nabiyullah Ibrahim selalu dapat mengatasinya dengan pertolongan Allah SWT.



TAQWA



Dalam Ibadah Haji ada sesuatu yang dapat dijadikan contoh tauladan bagi kita umat manusia atas diri Nabi Ibrahim serta putranya Ismail yang pada intinya adalah sikap ketaatan dan kepatuhan (taqwa) kepada Allah SWT dan rasa kasih sayang, kearipan serta sikap Demokratis yang tidak memaksakan kehendaknya kepada orang lain.




Sikap Nabi Ibrahim dan Ismail As iitu dapat kita lihat dalam QS ; Ash Shaffaat (100-102) yang artinya : "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang - orang yang Shaleh. Maka kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan seorang anak yang penyabar, (yaitu Ismail). Maka tatkala anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersama - sama, lalu Ibrahim berkata aku menyembelihmu, maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu?". Ismail menjawab : "Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapat aku termasuk orang- orang yang sabar ".




Dari ayat tersebut ada sesuatu pelajaran yang dapat dijadikan pedoman dalam hidup ini, yaitu :



Pertama : Kepatuhan Nabi Ibrahim AS dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Hal ini tercermin pada sikap kesungguhan dan keikhlasannya untuk melaksanakan Perintah Allah SWT yang disampaikan melalui mimpinya. Padahal Perintah itu, menurut ukuran manusia biasa sangat berat untuk dilaksanakan, yaitu keharusan Nabi Ibrahim yang menyembelih puteranya Ismail yang amat disayanginya sebagai kurban.Kedua : Sikap Ibrahim yang tidak memaksakan kehendaknya. Hal itu tercermin pada pemerintahan Ibrahim terhadap anaknya untuk memberikan pendapat dalam menganggapi mimpinya Ketiga : Kerelaan Ismail untuk mengorbankan dirinya demi mengunjungi tinggi perintah Allah dan ketaatannya kepada-Nya.




Dikisahkan, tatkala Ismail akan disembelih ia mengajukan tiga permohonan kepada ayahnya, yaitu :Pertama ; agar pisau yang dipergunakan untuk menyembelihnya itu diasah tajam untuk meringankan derita sakit pada saat disembelih Kedua; agar mukanya ditutup dengan kain tatkala akan disembelih, supaya ayahnya tidak ragu dan bimbang tatkala menyembelihnya, dan Ketiga; agar baju yang dipakainya tatkala disembelih, yang sudah barang tentu berlumuran darah, diserahkan kepada Ibu yang dicintainya sebagai kenang-kenangan atas kerelaan hati dan ketabahan puteranya menghadapi maut dalam menjalankan perintah Allah.




Dalam suasana yang amat mengharukan itu, keduanya saling berpandangan, pandangan yang sukar dilukiskan dalam rangkaian kata - kata. Satu persatu tetesan air mata Ibrahim dan Ismail mulai berjatuhan, Nabi Ibrahim mencium kening anaknya sebagai tanda perpisahan. Kemudian anaknya yang dicintainya itu dibaringkannya dan pisau yang tajam mulai diletakan di atas leher Ismail.




Saat detik yang mengharukan itu, Al¬lah memperlihatkan kearifan dan kasih sayang-Nya kepada Ibrahim dan puteranya. Dihadapan Ibrahim secara tiba - tiba muncullah Malaikat Jibril dengan membawa seekor kambing Kibasy yang gemuk dan bagus. Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih kambing itu sebagai pengganti anaknya. Dengan demikan, Ismail terlepas dari renggutan maut. Atas kejadian itu, kembali Ibrahim dan Ismail berpandangan, sama - sama heran, mereka berpelukan dengan penuh perasaan kegembiraan.




Semangat berkorban yang dicontohnya oleh Ibrahim AS dan puteranya merupakan tauladan bagi semua. Jika Nabi Ibrahim rela mengorbankan sesuatuyang paling berhargabagi hidupnya demi terlaksananya perintah Allah. Seyogyanya kita dapat dan berani berkurban apa saja, baik fikiran, perasaan, tenaga ataupun harta benda bahkan jiwa raga sekalipun demi tegaknya perintah Al¬lah Rabbul Alamin.




TAQARRUB



Arti kurban secara harfiah ialah Taqarrub Ilallah yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT, Kurban akan mencapai makna yang hakiki, manakala disadari oleh motivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah, dilandasi niat ikhlas karena Allah untuk mencapai keridhoan-Nya. Kurban yang demikian itulah yang dikehendaki oleh Allah SWT.




Seperti dalam Firmannya dalam QS : Al Hajj: 37 : yang artinya: "Daging - daging dan darahnya itu sekali - kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan daripada kamulah yang dapat mencapainya "




Menyembelih hewan qurban, mengalir darah dari tubuhnya merupakan simbolik agar manusia mensucikan dirinya dan sifat - sifat hewan yang menyelip di balik jasadnya. Sifat - sifat tamak, serakah, iri hati, dengki, hasad, egois adalah sifat - sifat hewani yang menodai citra kemuliaan sebagai Khalifah Allah dimuka bumi. Sifat - sifat yang demikian itu bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi juga akan merusak tata kehidupan masyarakat.




Menyembelih hewan qurban pada hari Idul Adha mengandung makna Pertama : meneladani Nabi Ibrahim AS Kedua : Mengenang nikmat Allah yang dilimpahkan kepada Ismail AS. Sikap dan kepribadian Nabi Ibrahim dan Ismail AS menjadi teladan bagi kita semua untuk selalu taat dan patuh (taqwa) kepada Al¬lah SWT memiliki kearipan, kasih sayang terhadap sesama, serta sifat tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Semoga ini menjadi cermin bagi kita semua. 

Marilah kita berqurban dalam apa jua bentuk bagi membentuk sifat yang mulia.


Monday, 15 November 2010

Fadhilat Qurban

Penyembelihan QURBAN


Qurban adalah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (setelah shalat 'idil Adhha) dan hari-hari Tasyriq yaitu, 11,12 dan 13 Zulhijjah karena beribadah kepada Allah , Yaitu sebagai menghidupkan syariat Nabi Allah Ibrahim as yang kemudian disyariatkan kepada Nabi Muhammad saw



Firman Allah s.w.t. yang berarti:
"Dan telah Kami jadikan unta-unta itu sebagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak daripadanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah diikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. "
(Surah al-Haj: 36)



"Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah."
(Surah al-Kautsar: 2)



Dari Aisyah r.a Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda: "Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat akan datang beserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku- kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu. " (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)



Zaid bin Arqam berkata: "Mereka telah bertanya, Wahai Rasullullah, apakah Udhhiyah (Qurban) itu? Nabi Muhammad sawmenjawab:" Ia sunnah bagi bapak kamu Nabi Ibrahim. "Mereka bertanya lagi: Apakah ia untuk kita? Rasulullah saw menjawab:" Dengan segala helai bulu satu kebaikan. "Mereka bertanya:" maka bulu yang halus pula? Rasullullah saw bersabda "Dengan segala helai bulu yang halus itu satu kebaikan." (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)



HUKUM berqurban
Hukumnya Sunnat muakkad (Sunnat yang dikuatkan) atas orang yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:



Islam
Merdeka (Bukan hamba)
Baligh lagi berakal
Mampu untuk berkurban



Sabda Rasullullah s.a.w yang berarti:



"Aku disuruh berqurban dan ia sunnat untuk kau." 
(Riwayat al-Turmuzi).



"Telah diwajibkan kepada ku qurban dan tidak wajib bagi kamu." (Riwayat Daruqutni)



Walaupun hukum berqurban itu sunnat tetapi ia dapat menjadi wajib jika dinadzarkan. Sabda Rasullullah saw yang bermaksud: "Barang siapa yang bernadzar untuk melakukan taat kepada Allah, maka hendaklah ia melakukannya." (Silahkan Lihat: Fiqh al-Sunnah)



Pelaksanaan QURBAN
Binatang yang diqurbankan dari jenis unta, sapi atau kerbau, kambing biasa yang berumur dua tahun, jika domba telah berumur satu tahun atau telah gugur giginya sesudah enam bulan meskipun belum cukup satu tahun.
Binatang itu disyaratkan tidak cacat, tidak buta sebelah atau keduanya, kakinya tidak pincang, tidak terlalu kurus, tidak terpotong lidahnya, tidak mengandung atau baru melahirkan anak, tidak berpenyakit atau berkudis. Binatang yang hendak disembelih itu harus sehat sehingga kita sayang kepadanya.
Waktu menyembelihnya sesudah terbit matahari pada Hari Raya Haji dan sesudah selesai shalat 'Id dan dua khutbah pendek, tetapi kemashlahatannya adalah ketika matahari naik segalah pada Hari Raya Hhaji sehingga tiga hari sesuadah Hari Raya Haji (hari-hari Tastriq yaitu 11,12 dan 13 Dzulhijjah )
Daging qurban sunnat, orang yang berkorban Disunnatkan memakan sedikit daging qurbannya. Pembagian daging kurban sunnat tiga cara yang utamanya adalah mengikuti urutan sepererti berikut:



1. Lebih utama orang yang berqurban mengambil hati binatang qurbannya dan baki seluruh dagingnya disedekahkan
2.Orang yang berkurban itu mengambil sepertiga dari jumlah daging qurban, dua pertiga lagi disedekahkannya.
3.Orang yang berkurban mengambil sepertiga dari jumlah daging, sepertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan sepertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. Sabda Rasullullah saw: "Makanlah oleh kamu sedekahkanlah dan simpanlah."



HIKMAH DAN Fadhilat



Mengaktifkan sunnah Nabi Allah Ibrahim a.s.
Mendidik jiwa kearah takwa dan mendekatkan diri kepada Allah
Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati ingin berbelanja harta kejalan Allah
Menghapus dosa dan mengharap keridhaan Allah swt
Menjalin hubungan kasih sayang sesama manusia terutama antara golongan berada dengan golongan yang kurang bernasib baik.
Akan memperoleh kendaraan atau tunggangan ketika meniti titian al-Sirat al-Mustaqim diakhirat kelak. Sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang berarti: "Muliakanlah qurban kamu karena ia menjadi tunggangan kamu dititian pada hari kiamat."

Fadhilat Qurban

Penyembelihan QURBAN

Qurban adalah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (setelah shalat 'idil Adhha) dan hari-hari Tasyriq yaitu, 11,12 dan 13 Zulhijjah karena beribadah kepada Allah , Yaitu sebagai menghidupkan syariat Nabi Allah Ibrahim as yang kemudian disyariatkan kepada Nabi Muhammad saw

Firman Allah s.w.t. yang berarti:
"Dan telah Kami jadikan unta-unta itu sebagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak daripadanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah diikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. "
(Surah al-Haj: 36)

"Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah."
(Surah al-Kautsar: 2)

Dari Aisyah r.a Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda: "Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat akan datang beserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku- kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu. " (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

Zaid bin Arqam berkata: "Mereka telah bertanya, Wahai Rasullullah, apakah Udhhiyah (Qurban) itu? Nabi Muhammad sawmenjawab:" Ia sunnah bagi bapak kamu Nabi Ibrahim. "Mereka bertanya lagi: Apakah ia untuk kita? Rasulullah saw menjawab:" Dengan segala helai bulu satu kebaikan. "Mereka bertanya:" maka bulu yang halus pula? Rasullullah saw bersabda "Dengan segala helai bulu yang halus itu satu kebaikan." (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)

HUKUM berqurban
Hukumnya Sunnat muakkad (Sunnat yang dikuatkan) atas orang yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Islam
Merdeka (Bukan hamba)
Baligh lagi berakal
Mampu untuk berkurban

Sabda Rasullullah s.a.w yang berarti:

"Aku disuruh berqurban dan ia sunnat untuk kau." 
(Riwayat al-Turmuzi).

"Telah diwajibkan kepada ku qurban dan tidak wajib bagi kamu." (Riwayat Daruqutni)

Walaupun hukum berqurban itu sunnat tetapi ia dapat menjadi wajib jika dinadzarkan. Sabda Rasullullah saw yang bermaksud: "Barang siapa yang bernadzar untuk melakukan taat kepada Allah, maka hendaklah ia melakukannya." (Silahkan Lihat: Fiqh al-Sunnah)

Pelaksanaan QURBAN
Binatang yang diqurbankan dari jenis unta, sapi atau kerbau, kambing biasa yang berumur dua tahun, jika domba telah berumur satu tahun atau telah gugur giginya sesudah enam bulan meskipun belum cukup satu tahun.
Binatang itu disyaratkan tidak cacat, tidak buta sebelah atau keduanya, kakinya tidak pincang, tidak terlalu kurus, tidak terpotong lidahnya, tidak mengandung atau baru melahirkan anak, tidak berpenyakit atau berkudis. Binatang yang hendak disembelih itu harus sehat sehingga kita sayang kepadanya.
Waktu menyembelihnya sesudah terbit matahari pada Hari Raya Haji dan sesudah selesai shalat 'Id dan dua khutbah pendek, tetapi kemashlahatannya adalah ketika matahari naik segalah pada Hari Raya Hhaji sehingga tiga hari sesuadah Hari Raya Haji (hari-hari Tastriq yaitu 11,12 dan 13 Dzulhijjah )
Daging qurban sunnat, orang yang berkorban Disunnatkan memakan sedikit daging qurbannya. Pembagian daging kurban sunnat tiga cara yang utamanya adalah mengikuti urutan sepererti berikut:

1. Lebih utama orang yang berqurban mengambil hati binatang qurbannya dan baki seluruh dagingnya disedekahkan
2.Orang yang berkurban itu mengambil sepertiga dari jumlah daging qurban, dua pertiga lagi disedekahkannya.
3.Orang yang berkurban mengambil sepertiga dari jumlah daging, sepertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan sepertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. Sabda Rasullullah saw: "Makanlah oleh kamu sedekahkanlah dan simpanlah."

HIKMAH DAN Fadhilat

Mengaktifkan sunnah Nabi Allah Ibrahim a.s.
Mendidik jiwa kearah takwa dan mendekatkan diri kepada Allah
Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati ingin berbelanja harta kejalan Allah
Menghapus dosa dan mengharap keridhaan Allah swt
Menjalin hubungan kasih sayang sesama manusia terutama antara golongan berada dengan golongan yang kurang bernasib baik.
Akan memperoleh kendaraan atau tunggangan ketika meniti titian al-Sirat al-Mustaqim diakhirat kelak. Sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang berarti: "Muliakanlah qurban kamu karena ia menjadi tunggangan kamu dititian pada hari kiamat."

Saturday, 13 November 2010

Nilai seorang sahabat


Pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah saw) kepada anaknya:

Pertama, pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.

Kedua, pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya).

Ketiga, pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukan dirimu ia suka menutupinya.
Keempat, pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.
Kelima, sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.
Sumber :
http://www.facebook.com/note.php?saved&¬e_id=175789782434400

Thursday, 11 November 2010

Seribu wajah mama dalam pergaulan....aramaitiii....

"Ma’ruf Al-Kharqi, Sufi yang Bertamu di Arasy"


copy dari email yang dihantar oleh kawan kat saya...
Ma’ruf Al-Kharqi, Sufi yang Bertamu di Arasy

Ia mabuk cinta akan Dzat Ilahi. Konon, Allah mengkuinya sebagai manusia yang mabuk cinta kepada-Nya. Kebesarannya diakui berbagai golongan

Nama sufi ini tidak terlalu populer, meski sama-sama berasal dari Irak, namanya tak sepopuleh Syekh Abdul Qadir Jailani, Manshur Al-Hallaj, atau Junaid Al-Baghdadi. Dialah Ma’ruf Al-Kharqi, salah seorang sufi penggagas paham cinta dalam dunia Tasawuf yang jiwanya selalu diselimuti rasa rindu yang luar biasa kepada sang Khalik. Tak salah jika ia menjadi panutan generasi sufi sesudahnya. Banyak sufi besar seperti Sarry Al-Saqaty, yang terpengaruh gagasan-gagasannya. Ia juga diangap sebagai salah seorang sufi penerus Rabi’ah Al-Adawiyah sang pelopor mazhab Cinta.


Nama lengkapnya Abu Mahfudz Ma’ruf bin Firus Al-Karkhi. Meski lama menetap di Baghdad, Irak, ia sesungguhnya berasal dari Persia, Iran. Hidup di zaman kejayaan Khalifah Harun Al-Rasyid dinasti Abbasiyah. tak seorangpun menemukan tanggal lahirnya. Perhatikan komentar Sarry As-Saqaty, salah seorang muridnya. “Aku pernah bermimpi melihat Al-Kharqi bertamu di Arasy, waktu itu Allah bertanya kepada Malaikat, siapakah dia? Malaikat menjawab, “Engkau lebih mengetahui wahai Allah,” maka Allah SWT berfirman, dia adalah Ma’ruf Al-Kharqi, yang sedang mabuk cinta kepadaku.”

Menurut Fariduddin Aththar, salah seorang sufi, dalam kitab Tadzkirul Awliya, orang tua Ma’ruf adalah seorang penganut Nasrani. Suatu hari guru sekolahnya berkata, “Tuhan adalah yang ketiga dan yang bertiga,” tapi, Ma’ruf membantah, “Tidak! Tuhan itu Allah, yang Esa.


Mendengar jawaban itu, sang guru memukulnya, tapi Ma’ruf tetap dengan pendiriannya. Ketika dipukuli habis-habisan oleh gurunya, Ma’ruf melarikan diri.

Karena tak seorang pun mengetahui kemana ia pergi, orang tua Ma’ruf berkata, “Asalkan ia mau pulang, agama apapun yang dianutnya akan kami anut pula.” Ternyata Ma’ruf menghadap Ali bin Musa bin Reza, seorang ulama yang membimbingnya dalam Islam.

Tak beberapa lama, Ma’ruf pun pulang. Ia mengetuk pintu. “Siapakah itu” tanya orang tuanya. “Ma’ruf,” jawabnya. “agama apa yang engkau anut?” tanya orang tuanya. “Agama Muhammad, Rasulullah,” jawab Ma’ruf. Mendengar jawaban itu, orang tuanya pun memeluk Islam.

Cinta Ilahiah

Salah seorang gurunya yang terkenal adalah Daud A-Tsani, ia membimbing dengan disiplin kesufian yang keras, sehingga mampu menjalankan ajaran agama dengan semangat luar biasa. Ia dipandang sebagai salah seorang yang berjasa dalam meletakkan dasar-dasar ilmu tasawuf dan mengembangkan paham cinta Ilahiah.

Menurut Ma’ruf, rasa cinta kepada Allah SWT tidak dapat timbul melalui belajar, melainkan semata-mata karena karunia Allah SWT. Jika sebelumnya ajaran taawuf bertujuan membebaskan diri dari siksa akhirat, bagi Ma’ruf merupakan sarana untuk memperoleh makrifat (pengenalan) akan Allah SWT. Tak salah jika menurut Sufi Taftazani, adalah Ma’ruf Al-Kharqi yang pertama kali memperkenalkan makrifat dalam ajaran tasawuf, bahkan dialah yang mendifinisikan pengertian tasawuf. Menurutnya, Tasawuf ialah sikap zuhud, tapi tetap berdasarkan Syariat.


Masih menurut Ma’ruf, seorang Sufi adalah tamu Tuhan di dunia. Ia berhak mendapatkan sesuatu yang layak didapatkan oleh seorang tamu, tapi sekali-kali tidak berhak mengemukakan kehendak yang didambakannya. Cinta itu pemberian Tuhan, sementara ajaran sufi berusaha mengetahui yang benar dan menolak yang salah. Maksudnya, seorang sufi berhak menerima pemberian Tuhan, seperti Karomah, namun tidak berhak meminta. Sebab hal itu datang dari Tuhan – yang lazimnya sesuai dengan tingkat ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT.


Gambaran tentang Ma’ruf diungkapkan oleh seorang sahabatnya sesama sufi, Muhammad Manshur Al-Thusi, katanya, “Kulihat ada goresan bekas luka di wajahnya. Aku bertanya: kemarin aku bersamamu tapi tidak terlihat olehku bekas luka. Bekas apakah ini?” Ma’ruf pun menjawab, “Jangan hiraukan segala sesuatu yang bukan urusanmu. Tanyakan hal-hal yang berfaedah bagimu.”


Tapi Manshur terus mendesak. “Demi Allah, jelaskan kepadaku,” maka Ma’ruf pun menjawab. “Kemarin malam aku berdoa semoga aku dapat ke Mekah dan bertawaf mengelilingi Ka’bah. Doaku itu terkabul, ketika hendak minum air di sumur Zamzam, aku tergelincir, dan mukaku terbentur sehingga wajahku lukan.”

Pada suatu hari Ma’ruf berjalan bersama-sama muridnya, dan bertemu dengan serombongan anak muda yang sedang menuju ke Sungai Tigris. Disepanjang perjalanan anak muda itu bernyanyi sambil mabuk. Para murid Ma’ruf mendesak agar gurunya berdoa kepada Allah sehingga anak-anak muda mendapat balasan setimpal. Maka Ma’ruf pun menyuruh murid-muridnya menengadahkan tangan lalu ia berdoa, “Ya Allah, sebagaimana engkau telah memberikan kepada mereka kebahagiaan di dunia, berikan pula kepada mereka kebahagiaan di akherat nanti.” Tentu saja murid-muridnya tidak mengerti. “Tunggulah sebentar, kalian akan mengetahui rahasianya,” ujar Ma’ruf.


Beberapa saat kemudian, ketika para pemuda itu melihat ke arah Syekh Ma’ruf, mereka segera memecahkan botol-botol anggur yang sedang mereka minum, dengan gemetar mereka menjatuhkan diri di depan Ma’ruf dan bertobat. Lalu kata Syekh Ma’ruf kepada muridnya, “Kalian saksikan, betapa doa kalian dikabulkan tanpa membenamkan dan mencelakakan seorang pun pun juga.”


Ma’ruf mempunyai seorang paman yang menjadi Gubernur. Suatu hari sang Gubernur melihat Ma’ruf sedang makan Roti, bergantian dengan seekor Anjing. Menyaksikan itu pamannya berseru, “Tidakkah engkau malu makan roti bersama seekor Anjing?” maka sahut sang kemenakan, “Justru karena punya rasa malulah aku memberikan sepotong roti kepada yang miskin.” Kemudian ia menengadahkan kepala dan memanggil seekor burung, beberapa saat kemudian, seekor burung menukik dan hinggap di tangan Ma’ruf. Lalu katanya kepada sang paman, “Jika seseorang malu kepada Allah SWT, segala sesuatu akan malu pada dirinya.” Mendengar itu, pamannya terdiam, tak dapat berkata apa-apa.

Suatu hari beberapa orang syiah mendombrak pintu rumah gurunya, Ali bin Musa bin Reza, dan menyerang Ma’ruf hingga tulang rusuknya patah. Ma’ruf tergelatak dengan luka cukup parah, melihat itu, muridnya, Sarry al-Saqati berujar, “Sampaikan wasiatmu yang terakhir,” maka Ma’ruf pun berwasiat. “Apabila aku mati, lepaskanlah pakaianku, dan sedekahkanlah, aku ingin mneinggalkan dunia ini dalam keadaan telanjang seperti ketika dilahirkan dari rahim ibuku.”

Sarri as-Saqathi meriwayatkan kisah: Pada suatu hari perayaan aku melihat ma’ruf tengah memunguti biji-biji kurma.

“Apa yang sedang engkau lakukan?” tanyaku.


Ia menjawab, “Aku melihat seorang anak menangis. Aku bertanya, “Mengapa engkau menangis?” ia menjawab. “Aku adalah seorang anak yatim piatu. Aku tidak memiliki ayah dan ibu. Anak-anak yang lain memdapat baju-baju baru, sedangkan aku tidak. Mereka juga dapat kacang, sedangkan aku tidak,” lalu akupun memunguti biji-biji kurma ini. Aku akan menjualnya, hasilnya akan aku belikan kacang untuk anak itu, agar ia dapat kembali riang dan bermain bersama anak-anak lain.”

“Biarkan aku yang mengurusnya,” kataku.

Akupun membawa anak itu, membelikannya kacang dan pakaian. Ia terlihat sangat gembira. Tiba-tiba aku merasakan seberkas sinar menerangi hatiku. Dan sejak saat itu, akupun berubah.

Suatu hari Ma’ruf batal wudu. Ia pun segera bertayammum.

Orang-orang yang melihatnya bertanya, “Itu sungai Tigris, mengapa engkau bertayammum?”

Ma’ruf menjawab, “Aku takut keburu mati sebelum sempat mencapai sungai itu.”

Ketika Ma’ruf wafat, banyak orang dari berbagai golongan datang bertakziyah, Islam, Nasrani, Yahudi. Dan ketika jenazahnya akan diangkat, para sahabatnya membaca wasiat almarhum: “Jika ada kaum yang dapat mengangkat peti matiku, aku adalah salah seorang diantara mereka.” Kemudian orang Nasrani dan Yahudi maju, namun mereka tak kuasa mengangkatnya. Ketika tiba giliran orang-orang muslim, mereka berhasil, lalu mereka menyalatkan dan menguburkan jenazahnya.


Wassalam: Ki Semar

Wednesday, 10 November 2010

SEORANG PEMIMPIN

Saya copy dari email yang dihantar kepada saya....

Berikut ini adalah diterjemahkan dan diringkas dari sebuah artikel dengan judul "管理者 不 最 应该 说 的 十 句话" yang diyakini berasal dari Cina Baidu blogosphere.

Berikut adalah 10 tabu bahwa manajer / pemimpin seharusnya tidak pernah mengatakannya, tapi cukup sering mendengar mereka berkata.

1. "Bukan bisnis saya" - sebagai manajer, Anda harus berbagi tanggung jawab pada setiap masalah besar dan kecil di perusahaan. Meski pun saat ini benar-benar keluar dari tanggung jawab Anda, Anda anggun harus menyediakan pedoman untuk menunjukkan pendapat liberal anda dan kesopanan. Jika Anda telah berbicara ini kepada bawahan Anda, gambar Anda mungkin akan mudah di hilangkan. Jika Anda telah berbicara ini ke rekan-rekan Anda, maka akan menyebabkan konflik dan kesalahpahaman. Jika Anda telah berbicara ini ke bos Anda, Anda mungkin kesal dia.

2. "Mengapa kalian semua ..." - Sebelum Anda mulai mempertanyakan orang lain, berpikir tentang apa pun kesalahan sendiri, dan seberapa banyak usaha Anda telah memasang masuk Terkadang, menjadi toleran terhadap kesalahan orang lain 'merupakan suatu dorongan bagi mereka untuk memperbaiki. Menggunakan serangkaian "mengapa" untuk memulai serangan terhadap orang mungkin hanya berakhir dengan serangkaian jawaban hanya untuk menangani Anda "mengapa". Itu mungkin lebih baik untuk menyelesaikan masalah jika Anda mengajukan pertanyaan seperti "Mengapa aku tidak bekerja sama dengan baik dengan anda semua mana Anda butuh bantuan saya??".

3. "Bagaimana aku dimarahi dari atas, aku akan melakukan hal yang sama untuk Anda" - salah satu fungsi manajer adalah untuk menjembatani informasi dari atas ke bawah, tapi Anda harus menyampaikan pesan secara efektif bukan hanya menyampaikan semuanya . Untuk bagian atas, Anda harus bertanggung jawab dan mendapatkan hal yang dilakukan. Untuk bawahan Anda, Anda harus berusaha untuk motivasi dan menunjukkan dukungan Anda. Hal yang tepat Anda harus lakukan adalah berani untuk mengambil tekanan dari atas, menunjukkan tanggung jawab Anda, dan meredakan ketegangan bawahan.

4. "Saya tidak punya cara untuk ..." - Kemampuan manajer, dalam hal tertentu, diukur dengan kemampuan dalam memecahkan masalah. Hanya menekankan pada alasan-alasan objektif dan tidak agresif manuver apa pun sumber daya di tangan Anda hanya akan muncul ketidak berdayaan dan kemunduran kepada atasan Anda dan bawahan. Anda harus percaya bahwa solusi selalu kalah jumlah masalah, dan kebijaksanaan kelompok dapat mengatasi saat paling sulit.

5. "Saya bilang tidak berarti tidak ada" - ini adalah wacana yang sangat egosentris yang tidak memberikan penjelasan yang relevan dengan fakta, dan sulit untuk meyakinkan orang lain. Situasi dapat memburuk ketika kita tidak berdasarkan fakta, dan tidak terbuka untuk diskusi. Pada kenyataannya, bahkan bila pendapat yang salah, tidak ada salahnya untuk mendengarkan, dan memperbaikinya sesuai. Membuat keputusan jangan dibalik bisa menjadi tanda kediktatoran yang tak seorang pun suka.

6. "Lakukan saja apa yang Anda katakan" - ini terdengar seperti kata-kata marah atau pernyataan tidak bertanggung jawab. Ketika masuk ke kontroversi dan pendapat anda tidak diterima, mengatakan demikian akan membuat rasa pendengar yang telah Anda gunanya. Sebaliknya, Anda harus mengkomunikasikan semua ide Anda dengan jelas, dengan cara yang sejuk.

7. "Saya selalu dapat mengambil tindakan atas ..." - Ini adalah wacana yang sangat keras kepala yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. Mencoba untuk membanjiri orang lain hanya akan menyimpang gambar Anda dan menanam benih kebencian. Ingatlah untuk menghormati orang lain.

8. "Kau begitu bodoh" - ejekan, sindiran, wacana sarkastik akan menyakiti harga diri orang lain dan perasaan. Hal ini akan menyebabkan bawahan anda untuk di permukaan mendengarkan Anda dan bertindak sesuai dengan perintah anda, tetapi dalam kenyataannya mereka berada dalam keadaan acuh tak acuh. Hal ini sangat berbahaya bagi produktifitas dan kualitas kerja.

9. "Tidak, itu di luar kemampuan saya Biarkan satu mampu melakukannya." - Jika Anda mencoba untuk menghindari atau bertentangan tugas dengan wacana ini, atau kepada orang lain mengejek untuk menyembunyikan keluar panik batin Anda, hal itu menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki akal untuk menerima tantangan. Dengan menunjukkan sikap ini, Anda tidak memenuhi syarat sebagai manajer (lagi).

10. "Semua baik", "cukup bagus" - pengakuan samar adalah kurangnya ketulusan dan tidak dapat berfungsi untuk menginspirasi atau motivasi, sebagai orang-orang hanya tidak menyukai pujian tulus. Oleh karena itu, pengakuan lisan dan pujian harus tepat waktu, sah dan spesifik. Untuk memuji tepat waktu dan tepat adalah keterampilan yang semua pemimpin harus belajar.

Seorang pemimpin harus jujur kepada semua pekerjanya....