Thursday, 30 December 2010

WOMEN
































Women are complex creatures…..


If you kiss her, you are not a gentleman

If you don’t, you are not a man

If you praise her, she thinks you are lying

If you don’t, you are good for nothing

If you agree to all her likes, you are a wimp

If you don’t, you are not understanding

If you visit her often,she thinks it is boring

If you don’t , she accuses you of double-crossing

If you are well dressed, she says you are a playboy

If you don’t , you are a dull boy

If you are jealous, she says it’s bad

If you don’t, she thinks you do not love her

If you attempt a romance, she says you didn’t respect her

If you don’t, she thinks you do not like her

If you are a minute late, she complains it’s hard to wait

If she is late, she says that’s a girl’s way

If you visit another man, you’re not putting in “quality time”

If she is visited by another woman, “Oh it’s natural, we are girls”

If you kiss her once in a while, she professes you are cold

If you kiss her often, she yells that you are taking advantage

If you stare at another woman, she accuses you of flirting

If she is stared by other men, she says that they a just admiring

If you talk, she wants you to listen

If you listen, she wants you to talk

In short :

So simple, yet so complex

So weak, yet so powerful

So confusing, yet so desirable

So damning, yet so wonderful……….WOMEN !……..

Tuesday, 28 December 2010

27 December

Hari ni 27 Dec...harijadi dia...dia yg aku rindu...dia yang mempermainkan perasaanku...dia yang telah melukakan hatiku (namun aku maafkan kerana aku menyintainya.) Aku pernah bahagia dalam dakapannya, walau aku tahu dia telah mendakap ramai wanita lain selain diriku, namun aku rela..betul kata orang, cinta membuatkan kita buta. Tapi aku tak pernah kisah siapa pun dia kerana aku terbuai dan rasa selamat bila berada bersamanya dan aku bisa bermanja dengannya, aku bisa merajuk bila bersamanya. Aku tahu dia tak mempunyai perasaan pun padaku, tak ada cinta pun dihatinya untukku jauh sekali rasa sayang dan rindu buatku darinya..namun aku seperti MELUKUT DITEPI GANTANG..HIDUNG TAK MANCUNG, PIPI TERSORONG-SORONG (memang pun hidung tak mancung...heheheheh) Alangkah indahnya saat ini bila dia berada bersamaku. Sempena hari yang bermakna dalam hidupnya ini, aku ingin sekali membahagiakan dirinya (seandainya dia disisiku) namun apakan dayaku, dia jauh dariku dan tidak pernah mengetahui apa yang aku rasa dan apa yang aku ada untuk dirinya. mmmmmm....biarlah cuma aku yang merasakannya...aku cuma mampu untuk mengucapkan selamat harijadi buatnya, biar pun aku tahu ucapan ini tak ada nilai buat dirinya.Aku ingin sekali melupakan dia dari hidupku...ingin sekali melupakan raut wajahnya, melupakan semua apa yang pernah ada diantara kami, namun seperti yang aku katakan bahawa aku gagal...gagal total..kegagalan ini menjadikan aku seorang yang perindu, bodohkan...tapi kebodohan ini terkadang membahagiakan diriku (apa yang aku rasa). Aku tahu diluar sana da insan lain yang mengejarku, ada insan lain yang merindukan aku, ada insan lain yang ingin mendampingiku, ada insan lain yang ingin hidup bersamaku, namun semua itu aku abaikan dek kerana DIA, aku tahu dan aku sangat percaya bahawa menyintai seseorang tak semestinya MEMILIKI DIA...tetapi jika tuhan mengabulkan doaku...aku ingin sekali MEMILIKINYA SAMPAI AKHIR HAYATKU BIAR SIAPA PUN DIA...kata seorang temanku (pakar kaunseling) aku boleh merugikan diri sendiri, tapi bagiku inilah anugerah tuhan yang aku sukar tepis dan aku sangat bersyukur padaNYA bila aku dapat mengenali dirinya peribadinya, latar belakang dirinya (biar pun pada mulanya aku tak pandang pun dia...heheheh...berlagak konon..tapi siapa sangka, aku jadi PENCINTA DIA) Huuuuhhhh.....aku menarik nafas panjang bila rindu itu datang lagi...Dia begitu pintar mempermainkan hati dan perasaanku, sangat bijak...mungkin kerana dia memang pakar dalam soal PEREMPUAN...tapi sangat daif soal WANITA kerana bagiku...setiap wanita adalah perempuan, tetapi setiap perempuan bukan semua wanita. Untukmu yang jauh disana, seorang lelaki yang aku sanjung dan cinta, SELAMAT HARI JADI, semoga tuhan memberkati dirimu dan memanjangkan usiamu serta tuhan memberikan rezeki yang berlipat ganda buatmu dan yang paling penting, semoga tuhan mengampunkan semua dosa-dosa yang lalu...Amin.... aku menyintaimu MAR...SELAMANYA.

Monday, 13 December 2010

KEDAMAIAN TERLETAK DIHATI

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah berlimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis yang berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut.

Ketika sayembara telah usai, sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaganya bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung- gunung yang menjulang tenang disekitarnya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian.

Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?

Sang Raja memilih lukisan nomor dua.

“Wahai Raja, kenapa Raja memilih lukisan nomor dua?”

Sang Raja menjawab, “Kedamaian bukan berarti kau harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pun pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meskipun kau berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”


"Ditulis dalam Kisah Bijaksana"

Friday, 10 December 2010

Kematian.....

Aku merenung jauh bila memikirkan hal kematian, satu rasa dan satu peristiwa yang semua insan dialam fana ini sukar untuk menggambarkannya....namun menghadapi dan melihat peristiwa saat seorang insan yang menghadapi kematian memang merupakan satu peristiwa yang amat menyedarkan jiwaku, betapa kematian itu bisa datang bila-bila masa dan ketika tanpa diduga. Aku pernah melihat satu kemalangan jalanraya semasa aku kembali kekampung halamanku (Kota kinabalu - Tawau). Sebuah lori yang membawa muatan papan bergergaji yang dinaiki oleh 4 orang pemuda, masing-masing berusia antara 20 - 30. Warga tempatan dan Indonesia. Semasa kejadian, kebetulan aku berada dikawasan tersebut. 3 daripada mangsa tersebut memang telah meninggal dunia semasa aku dan beberapa orang yang datang ingin menolong telah meninggal dunia, dan seorang lagi masih dalam keadaan yang parah. Melihat keadaan mangsa yang seorang itu, masih bernyawa...kami cuba untuk mengeluarkan dia dari dalam lori tersebut. Apa bila dia berjaya dikeluarkan dan ada seorang lelaki yang kelihatannya warak cuba untuk membisikkan mangsa tersebut dengan mengajar dia mengucap dua kalimah syahadat...tetapi mangsa tersebut cuma berjaya mengeluarkan suara ALLAH...ALLAH...dan darah tersembur dari dalam mulut apa bila dia membuka mulut...cukup menyedarkan aku betapa jalan menuju kematian itu amat SAKIT dan mengerikan. Alangkah menakutkan...

Dan satu ketika dulu, aku mengenali seorang lelaki yang baik...berbangsa filiphino, etnik suluk...walau status lelaki itu pelarian tetapi kami menerima dia dalam kampung kami sebagai seorang warga yang baik. Dia selalu merendahkan diri apabila berbicara dengan kami. Seorang yang sangat  berbudi bahasa dan suka menolong orang lain. Satu hari dia demam..(dia tinggal bersama dengan jiran mama ketika itu)...kebetulan saat itu aku berkunjung kerumah jiran tersebut dan bertemu dengan lelaki itu yang dalam keadaan demam yang kuat. Walau dia dalam keadaan yang sakit, dia masih sempat menyapaku dengan menyebut namaku dengan jelas dan memohon maaf padaku seandainya dia ada kesalahan / kesilapan (katanya), Saat itu aku berumur 16 tahun. Aku jadi terkedu dengan sikapnya padaku (dia memang seorang yang baik pada semua orang). Pada menjelang subuh, selepas dia sembayang (menurut tuan rumah tempatnya tinggal) dia minum seteguk air putih dan berbaring semula...pada saat itulah (kemungkinan) dia pergi untuk selama-lamanya. INNALILLAHI WAINNAILAIHI RAJIUUN...betapa mudahnya dia pergi ..dan keesokkan harinya kami melihat jasad dan wajahnya dalam keadaan yang lembut dan bibirnya seolah-oleh tersenyum. Sejuk mata memandang...seolah-olah dia cuma tidur dan dibuai mimpi...satu perjalanan yang sama dengan mangsa kemalangan jalan raya tetapi meninggalkan kesan yang amat berbeza. Saat itu aku tidak takut dengan kematian..bagiku kematian itu satu perjalanan yang cukup indah dan menyenangkan....

Hari ini menjelang usia yang semakin senja, aku seperti diburu ketakutan dengan dosa-dosa yang lalu. Takut menerima ajal kematianku. Aku tahu aku banyak melakukan dosa. Dosa kecil dan dosa besar. Aku kurang mengamalkan amalan-amalan yang baik meski pun aku akui aku melakukan ibadah yang terkadang bercampur baur dengan amalan yang kurang baik. Alangkah indahnya bila saat kematianku kelak aku mengalmi jalan seperti warga Filiphino tersebut...tetapi alangkah hina dan aibnya aku bila aku mengalami kematian yang sama seperti yang dilalui oleh mangsa kemalangan jalan raya tersebut...mmmmm....Tuhanku...selamatkan aku..hindari aku dari jalan kehinaan...hanya ENGKAU yang tahu betapa kotornya dan hinanya aku dimuka bumi ini. Lindungi aku dari melakukan perbuatan yang hina. Hanya kepadaMU aku memohon perlindungan dan hanya kepadaMU jua aku bertaubat..sesungguhnya aku adalah hambaMU yang sangat kecil ...ampunkan aku ya tuhan....

Wednesday, 8 December 2010

EMAIL MAAL HIJRAH...INDAH TAPI MENYAKITKAN...

Salam Maal Hijrah
From:
Hanni Hashim  
Add to Contacts
To:


Kiriman email dari seorang teman kepada teman yang lain dan cc buat saya..Luahan rasa yang ikhlas dan jujur dan pendedahan yang baik untuk kebaikan semua wanita-wanita yang telah terpedaya dari seorang lelaki yang "nampak baik" tapi sebenarnya adalah seorang yang pendusta dan suka menipulasi atas kelemahan wanita-wanita diluar sana.
semoga apa yang dipaparkan ini dapat menjadikan kita (mereka yang bergelar wanita tapi bukan yang bergelar perempuan kerana bagi saya seorang wanita bukan seorang perempuan...tetapi seorang perempuan adalah seorang wanita) lebih berhati-hati dalam melayari satu kehidupan yang serba mencabar ini dalam mengejar erti cinta sejati. Sahabat ini berhati mulia...seorang wanita yang jujur mengejar cinta dan apa yang dia cari membuahkan hasil dan tuhan memberikan dia petunjuk dan jalan yang sangat indah untuk dilaluinya...bersama kita membaca luahan rasanya untuk tatapan perempuan yang menjadi saingannya dalam mencari cinta.


Salam buat Hani…

Bicara ini adalah bicara dari hati sorang yg bernama perempuan kepada sorang perempuan. Muga maksud yg tersirat difahami sebaiknya. Pemahaman sorang lelaki berbeza kerana I yakin u sebagai sorang perempuan akn memahami hati sorang perempuan yg lain.

Berkat kesabaran selama ini akhirnya terjawab juga pada Maal Hijrah kelmarin. Apa yg ingin I tulis ini, tidak ada niat utk memburukkan Hash terutamanya dan juga I harap dapat memberikan dan membawa kebaikan pada Hash, pada Hani dan pada kita semua. Buka mata, buka hati dan buka perasaan Hani sejujur2nya dan seikhlas2nya.  Andai benar Hani menyayanginya, insya ALLAH satu hari nanti kebenaran pasti akan terlihat juga. InsyaALLAH.
                                                                                                                                                                 ;                                                     
Pulang dari Kuching bulan July yg lalu selepas Hash tersilap menghantar sms utk Hani kepada I dan selepas mengenali Hani, disitu lah segala2nya bermula. I mencari kebenaran dan kepastian. Niat I ikhlas Hani kerana tidak ada apa yg I mahukan selain dari memulakan satu kehidupan yg sederhana di jalan yg benar. Arah dan tujuan I utk bersama Hash adalah utk mencari satu kehidupan yg dirahmati, satu kehidupan yg sah dan diberkati, ingin dia membimbing dan menunjuk arah ke jalan yg terbaik dan jalan yg benar, I tidak kisah andai dia mahu berkawin lebih atau pun berkawan. I terima CT dalam hidup I walaupun berat utk I menghadapinya. Alhamdullilah satu persatu kebenaran I temui, Ya ALLAH sungguh x disangka Hash tidak lah seperti mana yg dia sendiri ceritakan dan sikapnya yg sbenar I ketahui. Hancur hati ini namun semuanya I terima kerana I ikhlas utk mencintai dan menerima segala kekurangan, keburukan dirinya. I tidak mahu hanya mencintai kebaikan dan juga keseronokan, dari tempoh August hinggalah kelmarin, I tabahkan hati dan kuatkan semangat utk menerima dia seadanya.

I tahu dia amat mencintai CT dan dalam masa yg sama dia juga tidak ingin melepaskan I pergi dan pernah berkata dia tidak dpt meninggalkan I kerana I tlh menyelamatkan dia dr dunia hanyut yg tidak berpenghujung, yg telah mengejutkan dia dari mimpi, yg tlh mengeluarkan dia dari lorong gelap yg kotor dan hanyir. Dalam masa yg sama juga dia tidak pernah membuang/menolak CT dari hidupnya. I juga sudah bersedia utk meninggalkan dia kerana I juga memahami apa yg CT alami, ternyata dia tidak mampu utk berkongsi kasih, namun segala yg dirancang, tidak kesampaian. Ternyata setiap yg berlaku pasti ada hikmahnya.  Ternyata banyak hikmah yg diketahui.

Dalam masa yg sama juga, I juga ingin berterimakasih pada u Hani, kalau tidak kerana dia mengenali u, hingga kini mungkin I tidak mengetahui siapa Hash yg sebenar. I masih mampu utk bersamanya kerana I yakin dia akan berubah namun kini I tidak pasti lagi. Yup mungkin ada sedikit perasaan sayangnya pada I namun I yakin hatinya ‘kosong’ utk I.  I move in ke rumahnya pada August lalu dan pada masa itu I nyatakan tentang status kami dan mengajaknya utk bernikah, kerana tidak manis/elok duduk bersama anak2nya sebumbung tanpa apa2 ikatan,  malu pada anak2 yg sudah besar dan juga sekeliling. Namun seperti biasa, masalah kewangan, masalah anak2 adalah alasan utama, sedangkan hari2 yg dilalui, tidak ada apa yg berubah, makan, minum, berbelanja seadanya yg termampu. I dikatakan ‘rushing things out’ dan memberikan tekanan padanya, tidak memahaminya namun yg  I minta cumalah per’nikah’an bukannya acara persandingan/jamuan besar2an. Hanya di pejabat kadhi saja sudah mencukupi utk sesuatu yg sah dan yg baik. Ternyata setiap kali ditanya tentang fokus, arahtuju dan commitment, tidak ada jawapan. Patutnya masa itu I bole mengangkat kaki ditambah lagi dengan apa yg telah I ketahui tentang diri Hash. Tapi I masih bersabar dan yakin pastinya dia akan berubah dan I yakin sikap2nya dulu itu adalah kisah hidupnya yg lampau, tidak ada kaitan di waktu ini.

Hani, di saat Hash berkata dia ingin mengambil kedua2 nya sekali (CT n I) sebagai isterinya, I sudah redha dan ikhlas atas keputusannya itu. I yakin dosa2 yg kami bertiga lalui akhirnya dapat kami simpulkan ke arah kebaikan, dan selepas CT pergi, I juga tetap mengizinkan dia utk bernikah dengan sesiapa saja yg disukainya. Berkawanlah dengan janda, andartu seperti I,  namun berlaku jujurlah pada I sebagaimana jujurnya dia tentang kisahnya bersama CT. I am a very open minded person, insyaALLAH I bole menerima apa saja keadaannya namun ada juga batasan buat I. I sama sekali tidak boleh menerimanya sekiranya dia bercinta dengan isteri orang. Terus terang Hani, I approached u hari tu kerana I tidak mahu dia mengecewakan atau mempermainkan u, kerana i tahu hakikatnya dia amat suka berkawan dengan isteri orang. Tidak ada commitment, kalau mengandung pun tidak ada masalah kerana status isteri dan juga perhubungan itu tidak smpai memecahbelahkan rumah tangga isteri tersebut dan padanya itu bukan satu kesalahan. Mungkin dia lupa atau tidak menyedari, andainya dia beristeri satu hari nanti dan isterinya juga melakukan perkara yg sama, apakah dia boleh menerima itu semua.

Dan buat u Hani, I tidak tahu apa penderitaan yg u tanggung selama ini, but I yakin ianya sesuatu yg amat berat dan x tertanggung oleh u. Mengenali Hash I dapat rasakan u bahagia dan rasa ‘relief’ kerana dia amat memahami. Faham perasaan sorang perempuan yg menanggung penderitaan sekian lama, I tidak menyalahkan u juga, mungkin niat u hanya utk berkongsi/mengadu masalah pada mulanya namun dalam masa yg sama apa yg telah berlaku tidak dpt dielakkan. Kemesraan, keserasian u bersama Hash makin hari makin kuat dan akhirnya u juga menyayanginya. I juga tidak mahu menjadi penghalang utk u dan dia, sebab itulah I pohon sebelum ini, andainya u merasa bahagia dan menemukan kebahagian itu, carilah jalan yg terbaik buat u dan dia, jgn berterusan begini. I rela dan I redha melepaskan dia demi utk kebahagiaan dia dan juga utk apa yg dia cari sebenarnya selama ini.

Apa yg dia cari dan apa yg dia inginkan sebenarnya dari kehidupan dia selama ini? Selama mana lagikah dia akan berterusan begini, usia bukannya makin muda, di usia ini lah sepatutnya pertimbangan makin bijaksana.  Cinta dia hilang dan dia merasa amat kecewa tapi jgn dibiarkan begitu saja, punah dan sia2 saja kehidupan ditengelami keseronokan yg tiada kesudahannya. I yakin dia bukan sahaja menyayangi u malah mungkin u juga pengubat cinta dia yg hilang. Hani, bantu lah dia.  Tangan I sudah tidak dapat lagi menarik dia dari lorong yg gelap itu, tangan I sudah tidak diperlukan. I yakin u sorang isteri, ibu dan perempuan yg baik dan mampu membuatnya berubah.  Hati, perasaan dan ingatannya buat masa ini hanyalah pada u, Hani. Jiwanya kini kosong, hatinya kosong dan hidupnya kosong bersama I. I ada bersamanya kerana anak2, kerana makan, minum, pakainya berjaga. Itu sahaja.

Hanya itu saja yg dapat I perkatakan tentang Hash, terlalu byk ceritanya tapi I rasa tidak wajar utk bercerita kerana I yakin, seandainya u ikhlas menyayanginya, insyaALLAH kebenarannya pasti akan terlihat juga satu hari nanti seperti apa yg telah I ketahui kini. Alhamdullilah kerana masih belum ada ikatan lagi bersamanya dan CT ternyata perempuan yg bertuah kerana melepasinya kemelut ini. Mungkin CT juga tidak mengetahui sebanyak mana yg telah I ketahui dan andainya dia menderita atas tindakannya meninggalkan Hash, itu adalah perkara yg terbaik dalam hidupnya. Setiap yg berlaku itu pasti ada hikmahnya.

I sudah pun membuat keputusan utk meninggalkannya dan keluar dari rumahnya secepat mungkin, namun I masih meminta pertolongannya kerana I menghadapi masalah utk ke tempat kerja. I ceritakan semua ini kepada u Hani, utk u fahami dan utk u buka hati u seikhlas2nya. I tidak ada sebarang niat yg tidak baik, berdendam atau marah. Tempohari semasa kita bertemu di ruang lobi itu,  I ingin menangis tapi rupa2nya tidak ada setitik pun airmata I jatuh. Di malam tahun baru, ALLAH menunjukkan kebenaranNYa dan I akur bahawa I perlu ‘berhijrah’.  Selepas ini, jgn lah u risau atau menjaga waktu2 utk u berhubungan dengannya. Sedar selama ini dia dan u tercari2 masa yg sesuai utk berhubungan. I harap u jadilah ‘teman’ yg terbaik utknya dan fahami dan terimalah dia seadanya. Jodoh kami mmg tidak ada, dan hatinya juga bukan utk I.

Mmg benar, I terlalu meyayangi dan i dolove him very2 much, namun dihatinya tiada I rupanya. Hakikatnya kejadian kelmarin menyedarkan I bahawa I mesti mengundurkan diri dari hidup Hash. Dia tidak memerlukan I dalam hidupnya. Andainya dia berterus terang sejak dari dulu, tidak lah smpai begini jadinya.

Hani my dear, I pohon maaf atas segala kata2 I sebelum ini, baik di dalam email mahupun di dalam sms, pasti ada yg terguris dihati you, maafkan lah i, sesungguhnya sebagai manusia kita tidak lekang dari melakukan kesalahan. Jangan risau, I tidak lagi akan menganggu perhubungan anda berdua. Tidak ada perasaan marah, benci mahupun dendam. I juga sorang perempuan seperti u. I percaya setiap yg berlaku ada sebab2nya dan ada hikmahnya, we are human being, masing2 ada cerita tersendiri dan kekurangan diri. I terima semua ini dengan hati yg redha, semuanya adalah ketentuan Illahi.  Insya’ALLAH dengan seikhlas hati I mendoakan kebahagiaan dan yg terbaik buat Hani dan juga paling utama buat Hash. Carilah satu kepastian dan ketentuan dalam kehidupan dengan usia kita yg semakin pendek ini. Muga ada sinar kebahagiaan dan muga kebahagiaan milik anda berdua dan semuga apa yg kita cari selama ini dapat kita temui.

Terima kasih atas segala2nya dan muga kita semua akan dapat menemui kebahagian dan keredhaanNya. Insya ALLAH.


Salam penuh kemaafan dan ikhlas

zanna

sk :

Keikhlasan terserlah dalam email ini, namun jalan yang dilalui oleh Zana amat berliku, semoga kehadiran tahun baru ISLAM ini, memberikan satu sinar yang indah buat Zana. Bersabar dan redha menghadapi semua ini. Saya percaya zana amat kuat untuk memikul beban rasa ini kerana setiap apa yang terjadi merupakan bukti tuhan amat menyayangi kita. Tuhan tidak akan menurunkan sesuatu dugaan itu pada kita bila kita tidak mampu untuk menanganinya dan pastinya hikmah yang tersurat dalam dugaan itu amat indah balasannya. Kepada Zana, terima kasih yang tidak terucapkan dari saya kerana mempercayai saya  dan membenarkan saya menebitkan email yang indah ini buat tatapan  pengunjung blog saya. Anda adalah rakan yang terbaik yang pernah saya miliki dalam alam maya dan semoga apa yang ada diantara kita akan berkekalan. Amin...Salam MAAL HIJRAH...BERSAMA KITA BERHIJRAH UNTUK KEBAIKAN BUAT SEMUA.....ARAMAITIII.....

FROM SABAH WITH LOVE


Friday, 3 December 2010

Dairi 2010

Huh!!!!....sedar tak sedar 11 bulan telah kutinggalkan dalam tahun 2010. Tinggal beberapa hari lagi 2011 menjelang tiba. Tanpa kusedari betapa masa terlalu cepat berlalu. Perjalanan hidupku  begitu berliku sebenarnya...penuh onak..penuh ranjau..penuh lumpur. Hujan panas, telah kulalui.....akhirnya aku berada dalam penghujung tahun 2010. Banyak yang telah ku ungkapkan dalam catatan harianku. Namun yang sangat berkesan dalam hati bila aku telah dibohongi oleh insan yang paling aku percaya. Sakit dan pedih tak dapat kuceritakan bagaimana rasanya bila kita berhadapan dengan situasi tersebut. Aku amat mempercayainya..meletakkan seluruh harapan dan impianku dibahunya, namun apa yang kuperolehi adalah sebaliknya. Hancur luluh hatiku..punah semua kepercayaanku padanya dan sekaligus menutup semula hatiku padanya , juga pada kaumnya. Dendam bermain dalam jiwa untuk seketika. Namun kewarasanku dan sedikit keimanan yang ada dihatiku membuatkan aku memaafkan dia untuk sekian kalinya. Memaafkan seseorang bukan bermakna menerima dia semula dalam hidup kita. Lantaran itu aku cuba untuk membuat jarak dengannya biar pun aku tahu hati kecilku memberontak ingin berdampingan dengan dirinya. Tapi perlukah aku bersandiwara. Perlukah aku membohongi diriku dan jiwaku? jawabannya cuma aku yang tahu....Aku ingin melupakan semua itu, biar penghujung dan penutup 2010 ini menggembirakan aku...namun langkahku harus berhati-hati dalam meneruskan perjalanan kerana misteri kehidupan menjelang 2011 amat menakutkan aku. Harapan dan impianku sama seperti hari-hari yang lalu...

Wednesday, 1 December 2010

December yang kelabu

December yang kelabu...
Aku jauh terdampar dirantau 
Berjalan dan mencari yang hakiki
Berlari dari yang bathil
Berenang mengharung arus
Kapan dan dimanakah terminalku....

December yang kelabu...
Aku jauh dari kekasihku
Mencari damai yang abadi
Mencari yang sudi
Mencari cinta yang hakiki
Mencari kasih yang hilang
Bila dan dimana noktaku...

December yang kelabu...
Aku jauh termaguh kesepian
Merenung jauh perjalanan kasihku
Merenung jauh landasan cintaku
Merenung jauh tapak hatiku
Merenung jauh memori sayangku
Kapan dan dimanakah pelabuhan hatiku...

December yang kelabu...
Aku jauh dari kerinduan cintaku
Ingin kubisikkan padanya tentang hatiku
Ingin kunyatakan padanya betapa aku sayang dan rindu padanya
Ingin kusentuh hatinya dengan kasih sayangku
Ingin kubelai dirinya seperti dulu
Ingin kukucup bibirnya 
Ingin kuserahkan diri ini padanya
Bila dan dimanakah perhentian kasihku...

December yang kelabu...
Aku jauh dari cintanya
Aku rindu belaiannya
Aku rindu tawanya
Aku rindu bisikkannya
Aku rindu sentuhannya
Aku rindu kucupannya
Kapan dan dimanakah aku bisa memilikinya...

December yang kelabu
Dekatkan dia padaku, 
Akan kujaga dirinya seperti dulu
Akan kubelai hati dan jiwanya 
Akan kuserahkan jiwa dan raga jadi miliknya
Akan kusimpan semua kasih, sayang, cinta dan rindu ini buatnya
Biar aku berlabuh dalam perlukannya
Biar aku terbenam dalam hatinya
Biar aku menjadi miliknya
Biar dia tahu bahawa aku menyimpan seluruh jiwa dan ragaku cuma untuknya

December yang kelabu
Bisikkan padanya bahawa aku ingin berlabuh dipelabuhan hatinya.

Nukilan:
Kembara Tawau
1 Dec 2010
10.00am IKBNTP.











December yang kelabu

December yang kelabu...
Aku jauh terdampar dirantau 
Berjalan dan mencari yang hakiki
Berlari dari yang bathil
Berenang mengharung arus
Kapan dan dimanakah terminalku....

December yang kelabu...
Aku jauh dari kekasihku
Mencari damai yang abadi
Mencari yang sudi
Mencari cinta yang hakiki
Mencari kasih yang hilang
Bila dan dimana noktaku...

December yang kelabu...
Aku jauh termaguh kesepian
Merenung jauh perjalanan kasihku
Merenung jauh landasan cintaku
Merenung jauh tapak hatiku
Merenung jauh memori sayangku
Kapan dan dimanakah pelabuhan hatiku...

December yang kelabu...
Aku jauh dari kerinduan cintaku
Ingin kubisikkan padanya tentang hatiku
Ingin kunyatakan padanya betapa aku sayang dan rindu padanya
Ingin kusentuh hatinya dengan kasih sayangku
Ingin kubelai dirinya seperti dulu
Ingin kukucup bibirnya 
Ingin kuserahkan diri ini padanya
Bila dan dimanakah perhentian kasihku...

December yang kelabu...
Aku jauh dari cintanya
Aku rindu belaiannya
Aku rindu tawanya
Aku rindu bisikkannya
Aku rindu sentuhannya
Aku rindu kucupannya
Kapan dan dimanakah aku bisa memilikinya...

December yang kelabu
Dekatkan dia padaku, 
Akan kujaga dirinya seperti dulu
Akan kubelai hati dan jiwanya 
Akan kuserahkan jiwa dan raga jadi miliknya
Akan kusimpan semua kasih, sayang, cinta dan rindu ini buatnya
Biar aku berlabuh dalam perlukannya
Biar aku terbenam dalam hatinya
Biar aku menjadi miliknya
Biar dia tahu bahawa aku menyimpan seluruh jiwa dan ragaku cuma untuknya

December yang kelabu
Bisikkan padanya bahawa aku ingin berlabuh dipelabuhan hatinya.

Nukilan:
Kembara Tawau
1 Dec 2010
10.00am IKBNTP.