Wednesday, 13 April 2011

JALAN MASIH PANJANG NAMUN SINGKAT...

Setelah beberapa hari aku meluahkan apa yang tersirat dalam hati, ada rasa ketenangan yang hadir dalam diri. Tidak dinafikan kegelisahan dan kesepian itu sangat menggoda hati, tetapi betullah kata orang, ketenangan itu ada dalam diri bila kita sujud padaNYA. Mengisi ruang-ruang hati dengan membaca buku-buku karya agung HAMKA. Membaca karya-karya beliau banyak menyedarkan aku, betapa selama ini aku begitu jauh 'tergelincir' dari landasan hidupku. Pada hal aku sebenarnya lahir dan datang dari keluarga yang baik dan dihormati orang. Persoalannya kenapa aku baru menyedari kesilapanku selama ini?. Mengimbau kembali apa yang pernah aku lakukan dan tinggalkan, memang amat menyedihkan. Bukankah dulu aku adalah seorang hambaNYA yang amat patuh. Dulu aku adalah seorang hamba yang begitu takut dengan semua pembalasan yang bakal diberikan bagi mereka yang melakukan dosa. Namun setelah aku melalui satu fasa hidup yang mengecewakan aku bertukar menjadi seorang yang pendendam (kata beberapa orang temanku dan pakar psikologi). Aku bertukar dari mereka yang tidak gemar dengan indahnya neon, menjadi pencinta neon tanpa mengetahui kearah mana aku harus tuju. Dulu aku begitu menghormati mereka yang bernama lelaki, namun kini aku seakan membenci mereka...meski pun jauh dilubuk hatiku mengakui tanpa mereka, dunia ini tidak indah, tanpa mereka dunia ini tidak sempurna. Semuanya bermula ketika hati dan perasaanku terluka.....

Membaca karya agung HAMKA, aku merasakan betapa aku berada dalam kerugian bila aku menghiasi hidupku dengan membuat perkara yang tidak sepatutnya aku lakukan. Sebagai seorang yang berpelajaran, aku sepatutnya tidak bertindak mengikut emosi dan dendam. Seharusnya jauh sebelum ini aku muhasabah diri. Mungkin kilauan neon yang membuat aku terleka dan terbuai. Mungkin belum terlewat aku kembali kepangkuanNYA, memohon keredhanNYA. Bukankah DIA amat penyayang kepada hambaNYA....

Sekian kalinya aku mengulang baca karya-karya HAMKA, semakin bergelora hatiku ingin mengunjungi rumahNYA, bagi menunaikan rukun Islam yang ke5. Sebak dan sedih teramat sangat bila aku mengenang dosa-dosa yang aku pernah lakukan. Betapa besar kejahatan yang pernah aku lakukan. Aku membenci diriku sebenarnya yang begitu rapuh dan hina bila mendapat dugaan dariNYA. Insyallah...aku akan kembali kejalanNYA...sentiasa merindukan diriNYA. Aku tidak perlu merindukan sesiapa lagi selain DIA dan anak-anakku. Wajarkan......

Bila aku sendiri seperti ini, godaan demi godaan mendatang bertalu-talu. Aku coba menepis semua. Sebagai manusia yang normal, aku tidak menafikan bahawa aku amat kesepian. Tetapi, aku berusaha untuk menepisnya...sukar memang teramat sukar. Lebih-lebih wanita sepertiku..Semoga perjalananku yang masih panjang ini membuahkan hasil dalam waktu yang singkat. Aku ingin sekali menjadi wanita muslimah seperti mereka diluar sana. Menjadi penghias dunia dengan segala keindahan yang dikurniakan dariNYA. Menjadi pujaan mereka yang berakhlak dan beriman, bukan menjadi dambaan mereka yang tamak haloba dengan nafsu semata...mampukah aku? menyusuir denai-denai kehidupanku tanpa sokongan dari mereka yang bernama lelaki....mampukah aku menghabiskan sisa-sisa perjalananku tanpa bimbingan dari mereka. Bukankah mereka diciptakan untuk membimbing wanita lemah sepertiku...Bukan menjadi pemusnah kehidupan wanita sepetiku...mampukah aku membohongi hati dan perasaanku sendiri.....? Persoalannya, dan kenyataannya hanya aku yang mampu menguraikannya......

No comments: