Friday, 6 April 2012

Impian dan harapan - Mahrin

Mahrin bersama adik dan saudaranya....
Sehari aku sembang dengan dia, aku tak merasa bosan. Bahkan kami seakan pasangan remaja yang kemaruk bergayut dalam talian. Kalau bukan dia yang call aku, aku yang call dia dan berhabis cuma untuk mendengar suaranya....kadang cerita yang kami bualkan, cuma kenangan masa lalu kami bersama. Berbicara tentang hati kami berdua. tetapi sebenarnya lebih banyak berbicara tentang hatiku padanya. Kadang aku sengaja menguji dia. Untuk melihat dan menilai, sejauh mana dia sayang dan cinta padaku. Tetapi seperti yang aku kenal dia, dia dengan polos menjawab dari hati nuraninya. Tindakan itu sebenarnya menjadi penyebab aku semakin kagum padanya. Rasa sayang dan cintaku padanya membuak-buak. Pada hal, kemungkinan dia cuma menyedapkan hatiku sahaja. Biarlah, bagiku semuanya indah. Aku ingin memiliki dia sepenuhnya...seutuhnya kata orang meski pun dia bukan seperti yang aku kenal dulu.

Kenapa perasaan kami seperti bertaut tanpa sadar? usia remaja kami telah lama berlalu, tapi keindahan dan kenangan itu segar dalam ingatan walau pun dipihaknya banyak yang dia lupakan. Demikian juga aku. tetapi bila kami masing-masing mengingatkan peristiwa itu, secara spontan kami ketawa bersama dan aku lebih kerap menggodanya...hehehehehe...nakalkan aku. Sesuatu yang aku tidak lakukan ketika kami remaja. Dulu...kami adalah musuh..ehehhehe namun dalam diam..aku menyintainya....Ikhlas aku katakan bahawa perasaan itu masih miliknya walau pun aku punya seseorang dalam hidupku.

Aku ingin memiliki dia, ingin bersamanya, ingin menghirup udara segar bersamanya bila aku membuka mata dipagi hari....dan menatap indahnya sinar matahari petang bersamanya...namun aku tidak tega merampas kebahagian orang lain yang ada dalam hidupnya. Jika aku mahu, aku bisa mendapatkan dia...tetapi tegakah aku melihat kehncuran orang lain demi kebahagianku? sanggupkah aku mengharungi semua onak dan duri yang menghalang perjalanan kami? Jauh dihati kecilku...aku sanggup melakukan semuanya demi dia. Lebih 30 tahun aku menyimpan hati ini untuknya...tidak ada seorang pun yang berjaya menggantikan dia dihatiku. Biar pun siapa yang pernah ada dalam hidupku...Cinta mati katakan...

Aku tidak sabar menanti detik pertemuan kami...katalah reunion perhubungan kami sebagai rakan sekolah...Aku tidak hatinya padaku...tetapi aku punya keyakinan bahawa apa yang aku rasa sebenarna dia pun merasakan sedemikian...kekasaran yang dia miliki sebenarnya cuma luaran..jauh disudut hatinya dia adalah ARJUNAKU...heheheheh...kalau dia tahu aku memujanya sedemikian rupa..pasti dia akan mentertawan aku seperti dulu...huhuhuhu...Biarlah..aku tak kisah pun...Aku rasa, dia satu-satunya lelaki dalam dunia ini yang cukup mengenali aku luar dan dalam. Sejak dulu, ketika kami remaja dia boleh mengendalikan diriku yang memang agak brutal (penilainanya). Kalau aku punya kesempatan untuk bersamanya kali ini, aku dengan rela hati melepaskan semua yang aku ada..meninggalkan semua yang aku miliki hanya demi dia.....memang dia tidak punya apa-apa (seperti yang dia nyatakan padaku) tetapi dia memiliki sekeping hati yang orang lain tidak tahu...tetapi aku tahu...ciri-ciri lelaki yang memang aku dambakan sejak dulu...Tuhanku, aku ingin bersamanya...aku ingin menjadi miliknya meski pun dihadapanku ada lautan api yang aku harus renangi....

Terlalu lama aku menyusuri lorong-lorang kehidupan ini, dari satu hati kesatu hati yang aku sendiri tidak pernah pasti mengapa aku ingin bersama mereka sedangkan hati ini disakiti..dibohongi dan diperdaya. Aku ingin menghentikan semua itu. Menamatkan semua episod duka dan sandiwara yang aku mainkan selama ini. 
Aku cuma ingin melayari sisa-sisa kehidupanku bersama MAHRIN....kalau diizinkan tuhan...aku punya impian tersendiri yang mana orang lain tidak tahu...hanya aku dan Mahrin yang tahu apa impianku bersamanya.....Biarlah seluruh dunia membenciku jika aku bisa bersamanya...aku tidak akan menoleh kebelakang hanya untuk menyenangkan hati semua orang...seperti yang aku lakukan dihari-hari dulu...Aku pernah menjadi pengemis pada sebuah nama....

No comments: