Sunday, 3 June 2012

Hatiku masih disini

Aku tinggalkan negeriku disaat mentari tengah menyinar pantai Tg. Aru yang bening dan indah. Kutatap dan ku biarkan sinar itu menyentuh kulitku. Biar aku bertambah hitam dan kelam. Bukankah hitam itu adalah manis...Jauh disudut hatiku, ada terasa sendu yang mendalam. Sehingga detik ini aku dan Thamrin belum bisa menjalinkan hubungan persahabatan yang baik, meski pun kami memiliki anak yang sama. Aku jadi malas memikirkannya. Namun ingatan dan kenangan itu aku gagal untuk menghapuskannya. Aku tidak ingin bersamanya lagi....tetapi kenapa dan mengapa dia sentiasa mengekori pergerakanku. Bukankah aku bukan isterinya lagi...lalu untuk apa kami bersama? Aku sudah bosan dengan kehidupan bersamanya yang membelenggu diriku Pagi yang indah ini menjadi kelam bila dia menjadi duri dalam daging kehidupanku. Aku tidak membenci dia, jauh sekali untuk tidak bersahabat dengannya. Tetapi aku tidak bisa menerima dia dalam kelangsungan kehidupanku...Hatiku dan moodku tiba-tiba menjadi tidak menentu...

Aku nikmati indahnya panorama negeriku, seolah aku tidak akan melihatnya kembali. Kota Kinabalu memang kota yang paling indah dan permai dimataku berbanding tempat lain. Sejauh mana pun aku melangkah pergi, aku, inilah kota yang amat aku kagumi, nutural, hijau, damai dan hangat. Sehangat hatiku ketika ini. Hangat-hangat suam...hehehhe..Pastinya dalam beberapa bulan ini aku semakin rindu dengan negeriku, terutama dengan orang-orang yang aku sayang. Aku melangkah pergi dari sini dengan hati yang amat kosong. Semuanya aku tinggalkan dinegeriku. Jika bukan kerana tugas, aku tidak ingin kembali ke Tanah Malaya. Disana aku terasing, ada wajah-wajah dan hati yang menantiku, namun aku tidak menyimpan mereka dalam kedudukan yang istimewa. Normal dan kosong. Bagiku, tiada apa yang perlu diteruskan. Aku akan memohon kepada kementerian, untuk kembali kenegeriku satu hari kelak. Kerana disini segalanya indah bagiku.

No comments: