Thursday, 4 October 2012

Tsunami ~~~ Biar benci

Dua hari berturut-turut aku perang dengan MAR, maki hamun dia dalam Yahoo Messenger. Sedih memang sedih tapi aku terpaksa pendamkan demi untuk melahirkan rasa benci itu hadir dihatiku. Aku tidak pernah menyangka, lelaki yang aku anggap baik selama ini boleh bertukar menjadi seseorang yang aku tidak pernah duga. Semua keburukanku dan segala kejahatanku ( dalam pemikirannya )di sebarkan pada orang lain. Lebih-lebih pada mantan suamiku.Alangkah hinanya aku dimatanya. Semuanya aku serahkan pada Ilahi, semoga apa yang terjadi ini menjadi pengajaran yang amat bernilai bagiku. Tidak pernah aku duga...lelaki yang aku sanjung selama ini bisa melakukan fitnah padaku sesuka hatinya.....Seandainya perlakuan yang disebarkan itu adalah benar, pastinya aku tidak sesedih ini. Tetapi aku sengaja aku tidak memperlihatkan kesedihanku. Bahkan aku ingin mencipta kebencian dihatinya padaku..begitu juga pada diriku sendiri...biarlah hubungan ini berakhir tanpa kata. Aku pasrah dengan apa pun gelaran yang diberikan padaku...termasuk dia menilaiku sebagai perempuan JALANG, SUNDAL...biarlah...sejalang mana pun aku pergi, rasanya aku tidak pernah lagi melakukan maksiat pada orang lain selain dirinya. Aku tahu kenapa dia begitu marah padaku...semuanya kerana aku tidak berterus terang padanya soal hubunganku dengan MAHRIN. Tetapi bagiku, kenapa aku harus terus terang padanya sedangkan pada ketika aku ingin nyatakan hal yang sebenar padanya dalam tahun ini kalau aku tidak silap (ketika itu aku ingin bertemu dengan MAR dalam bulan MAC, tetapi dia tidak sudi berjumpa denganku). Namun sikapnya yang suka panas baran dan mempermainkan wanita menjadikan aku tidak ingin hubunganku dengan Mahrin dia jadikan satu isue. Namun silapku juga, membenarkan dia akses semua laman sosial yang aku sertai dan semua blogku menjadikan dia begitu bebas mengikuti semua pergerakanku dan mengetahui kelemahanku.

Aku sebenarnya gagal dalam mewujudkan kebencian padanya, meski pun aku mengeluarkan perkataan yang mencarut dan lucah padanya tetapi akibatnya akan mengena kembali padaku. Aku yang merasa sedih dan sakit akhirnya menyesali semua apa pun yang telah aku katakan. Aku merasakan MAR amat benci padaku. Dari kata-katanya pada mantan suamiku, menunjukkan yang aku ini adalah seorang wanita yang amat jalang dan hina dimatanya. Sebesar zara pun aku tidak bernilai daimatanya. Semuanya aku pasrah pada Ilahi dengan perlakuannya padaku. Aku kesal sangat dengan insiden ini. Bagiku, meski pun kami berpisah, tetapi biarlah perpisahan itu dalam keadaan yang baik. Tidak seperti sekarang ini, maki hamun....cercaan dan  segala macam yang aku sendiri tidak dapat terima sebenarnya. Namun apa dayaku untuk menghentikan semua ini? Mungkin juga semua salahku, menafikan hal-hal yang sensetive darinya. Tapi aku punya sebab tersendiri untuk menafikan hal ini darinya....bagiku, ada ketikanya aku akan terangkan padanya.

Tetapi semua ini menjadi trauma bagiku untuk mempercayai lelaki lagi. Semoga aku dengan Mahrin berkekaln hingga akhir hayat. Taqdirku memang tidak sebaik orang lain. Mungkin ini adalah balasan dari dosaku....dan semoga Mahrin adalah lelaki terakhir dalam hidupku sebagai suami dan kekasihku.....riana67

No comments: