Saturday, 5 January 2013

Hujung minggu yang suram

Tak ada cerita yang  aku bisa kongsi hari ini..hatiku beku...kosong dan mindaku rasanya seakan jem..tidak berfungsi. Bila jiwaku kosong, aku jadi seperti ini. Kadang-kadang aku berfikir, kenapa aku harus mengikut emosiku semata-mata hanya sebuah nama yang aku sendiri ragu untuk menilainya...namun terkadang juga aku berfikir,kenapa aku harus dipertemukan semual nama itu dalam hidupku. Suratan atau kebetulan? persoalan yang berlegar dalam jiwa seorang yang lemah iman sepertiku....sedangkan aku tahu, semua itu adalah suratan...sejak azali..sejak aku belum dilahirkan lagi...itulah taqdirku yang aku harus tempuh dan sekuat mana aku melawan godaa-godaan dari Iblis Laknatullah adalah cabaran yang aku harus tempuh. Dua bulan dari sekarang, aku menyambut ulang tahun kelahiranku..usiaku semakin senja, ' kubur kata mari, rumah kata pergi'...kerinduanku untuk menjadi tetamu Allah semakin menggebu-gebu, namun aku masih gagal memperbaiki diriku sendiri...lebih-lebih dalam bab berpakaian...aku failed menjadi contoh muslimah sejati dalam penampilan harianku (kalau di pejabat, aku mengenakan busana muslimah). Hatiku masih keras menerima  busana yang merimaskan (pendapatku) pada hal busana muslimah amat cantik dan sopan dipandang mata. Inilah kelemahan utama yang aku harus kikis dalam hidupku. Terkadang aku malu pada pelajarku yang begitu anggun dan sopan mengenakan busana sedemikian, sedangkan aku masih menggunakan pakaian yang rugged...kasual...ranggi...bahkan terkadang sexy...paling sopan aku gunakan adalah baju tradisional (baju kurung) dan jubah..sebagai pelengkap fesyen yang  aku guna...

Hujung minggu seperti ini aku menghabiskan masa cuma berada dalam rumah sambil menanti anak-anak menghubungiku atau pun suami menghubungiku...aku tidak lagi pernah mengharap untuk dihubungi oleh mereka-mereka yang pernah 'memburuku' kerana sejak aku bersama Mahrin, aku telah buang semua itu dalam senarai 'panggilan-panggilan' yang tidak berdaftar dalam jiwaku...ehehhehehe...(dulu, rutin harian, setiap pagi pasti ada 3-5 paggilan yang ada) tak kira siang malam tengahari petang..ada saja yang menghubungi...namun paling tidak pun aku sentiasa menanti panggilan dari MAR..saban hari,,,saban wakutu aku menanti panggilan darinya walau sering kali aku kecewa kerana tidak mendapat sapaan darinya sebagai orang yang aku sayang ketika itu...justeru itu ruang dan peluang untuk aku bersamanya semakin jauh..bahkan hilang sama sekali...lebih-lebih saat ini..aku tidak bermimpi untuk mendapat panggilan darinya kerana aku tahu semua itu adalah mustahil aku dapatkan (bukankah dihati MAR cuma benci untukku)...namun pagi tadi aku seakan menerima satu panggilan tidak berjawap dari luar negara...dan aku tidak pasti adakah panggilan itu dari MAR atau dari individu lain (dalam hati kecilku aku mengharapkan dia) namun panggilan itu cuma menjadi teka-teki bagiku. 

Meski pun hujung mingguku cuma terisi oleh bacaan buku semata dan melayari internet semata, aku masih berpeluang menerima panggilan dari suami tersayang, walau pun aku dan suami asyik 'perang' gaduh dan segala macam yang kurang menyenangkan. Hubunganku sebagai suami isteri dalam waktu yang singkat ini cukup mencabar kesabaranku (lebih-lebih aku memang seorang yang kurang sabar). Bahkan aku bertekad untuk meluangkan sedikit masaku untuk menenangkan emosiku di luar negara, bagi mendamaikan jiwaku yang semakin kosong...aku ingin melangkahkan kaki bersendirian, melayari kehidupanku bersendirian tanpa ada lelaki dalam jiwaku...aku ingin membersihkan jiwaku dengan segala titik bengek yang menjadi duri dalam daging kehidupanku....berjayakah aku..? satu persoalan yang masih menjadi misteri...apa pun aku masih mengharapkan kebahagian itu menjadi milikku satu hari nanti, dengan siapa...di mana ? semuanya rahsia dair tuhan dan aku menanti saat itu...namun aku tidak akan mencari kebahagian itu...lebih-lebih dari seorang lelaki...biarlah kebagaian itu datang sendiri dengan anugerah dari Ilahi...
riana67

No comments: