Thursday, 16 May 2013

Stay atau Caww...

Hampir sebulan aku berada di daerah suamiku. Mencoba untuk belajar hidup bersamanya..melayari kehidupan bersamanya...memahami rutin harian bersamanya...belajar mendengar kemarahannya....segalanya mencoba untuk memahami apa pun keadaan dirinya....Kelihatannya mudah...namun keperitan amat terasa bagiku...lebih-lebih lagi bila aku tidak mendapatkan hak aku sebagai seorang isteri dalam semua aspek. Aku mencoba untuk mengalah..mengalah dalam semua hal, namun terkadang aku merasakan bahawa aku semakin terpinggir dalam semua hal. Entahlah...adakah aku yg terlalu meminta atau perlukah aku bersabar dalam kehidupan baru ini...(bukan baru, lebih setahun da). Aku memencilkan diriku dari semua dunia luar, mengurangkan semua aktiviti demi untuk bersamanya, termasuk bersama keluarga besarku di daerahku sendiri. Aku bukan mendapatkan pelayanan yg istimewa, bahkan aku mendapat layanan yg cukup buruk dari lelaki yg bernama suami, cuma yg membuat aku bertahan, barangkali kerana ibundanya begitu baik denganku...entahlah...kadang aku merasakan ini adalah hukum karma buatku kerana aku pernah memperlakukan seorang lelaki yg baik sedemikian rupa. Aku ingin sekali memohon kemaafan pada lelaki itu jika aku berpeluang untuk bersamanya semula jika aku diberikan kesempatan kali kedua.

Dalam aku melayari kehidupan bersamanya, sakit peningku tidak diendahkan bahkan aku diperlekehkan. Mengusir aku bagaikan anjing kurap yg tidak ada nilai langsung. Satu penghinaan yang aku tidak pernah dapat dari mana-mana lelaki didunia ini. Semoga tuhan akan membalasnya. Aku tahu satu hari nanti tuhan akan memperlihatkan satu mukjizat yang indah buatku berkata kesabaran yang aku ada dan kepasrahan yang aku cuba untuk terapkan dalam jiwaku, meski pun aku meronta namun aku tahu ini adalah takdirku sejak azali. Perlukah aku meraung dan menangisi semua ini sedangkan aku yang mencari masalah ini? perlukah aku mengeluh pada semua orang diluar sana sedangkan aku yang memilih hidup ini? perlukah aku lari dari sisinya sedangkan aku yang memulakan segalanya. Seandainya saja aku bisa kembali kemasa lalu, aku tidak akan berada dalam situasi ini..tetapi siapa aku yang mengimpikan saat-saat lalu yang tak akan kembali..bak kata orang bijak pandai...'satu hal yang paling dekat dalam hidup kita adalah kematian, satu hal yang paling jauh dari hidup kita adalah masa lalu yang tak akan kembali'.

Kalau saja aku tidak mengungkapkan isi hatiku yang telah aku tinggalkan 30 tahun lalu, kemungkinan semua ini tidak akan terjadi. Aku sebenarnya tidak menyesal namun aku cuma merasakan tidak adil dalam kehidupan ini bersamanya. Kenapa sebelum kami menjadi suami isteri dia tidak bersikap seperti hari ini...kenapa dia melayanku bagaikan puteri, menyayangiku bagaikan ratu..menyintaiku bagaikan aku adalah permaisuri dalam hidupnya? mengapa setelah aku menjadi miliknya yg mutlak aku diperlakukan sebegini kejam? bahkan sangat kejam yang tidak pernah aku rasakan..aku tidak pernah mendapat perlakuan sebegini dari lelaki lain..Takdirku atau memang demikian sikapnya pada semua wanita yg telah menjadi miliknya(isterinya)? Fuhhh!!!...misteri kehidupan....

Seandainya saja aku tahu, aku tidak ingin bertemu dengan dirinya semula biar pun aku sangat menyintai dirinya...biar pun aku kempunan untuk bersamanya, tetapi aku tahu, semua ini sudah suratan dalam hidupku...dalam usia senja ini baru kami bisa bertemu dan memulakan segalanya dan setelah aku dan dia punya tanggungjawab masing-masing dan dia telah dimiliki oleh orang lain...bahkan menjadi milik dua wanita lain dalam hidupnya...Apa yang aku lihat dimatanya, ada sedikit rasa sayang dan cinta (barangkali) namun, sikap ego yang ada padanya membuatkan dia memperlakukan aku sedemikian rupa. Apa pun yang ada dihalangan kehidupan ini..aku mencoba untuk bertahan...mempertahankan pernikahan ini...penyatuan yang aku memang dambakan sejak aku mengenalnya...melihatnya... begitu lama aku simpan dan kuburkan perasaan ini untuknya tanpa dia tahu...kenapa aku harus mempersia-siakan...'aku akan berusaha untuk bersabar..bertahan..dalam segalanya...semampuku..sedayaku dengan izin dariNYA YG ESA' aku tahu, kepahitan pasti dibalas dengan kemanisan satu saat nanti...bukankah tuhan menjadikan sesuatu ada hikmah disebaliknya...aku yakin itu...yakin seyakin yakinnya kerana aku cuma tahu, dia adalah belahan jiwaku, cintaku dulu kini dan selamanya...aku berharap pengorbanan ini dihargai dan mendapat balasan yang setimpal dgn keikhlasan dan kejujuran aku bersamanya dalam segala hal...Tuhanku, peliharalah hubungan kami...panjangkan usia kami..jodoh kami..murahkan rezeki kami...aku ingin hidup bersamanya hingga hujung nyawa, meski pun ada MAR dalam jiwaku.

riana67

No comments: