Saturday, 7 September 2013

mari kita kenali rafizi



Siapa Rafizi Ramli?

Sumber- Laman web rasmi beliau sendiri ( Rafiziramli.com )
Lahir: 14 September 1977
Tempat Lahir: Besut, Terengganu
Membesar: di Kemaman dan Kuala Kangsar

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

Pendidikan awal @ Sekolah Rendah Sultan Ismail, Kemaman (1984 – 1989)
Kolej Melayu Kuala Kangsar (1990 – 1994)
Anugerah Carey/Bolkiah sebagai Pelajar Terbaik Keseluruhan
Pingat Emas Presiden Kesatuan Pelajar
Anugerah Pelajar Terbaik SPM 1994 (Fizik, Bahasa Melayu)
Anugerah Pelajar Terbaik SRP 1992
Johan Pertandingan Bahas Piala Perdana Menteri 1992 dan 1993 antara sekolah-sekolah berasrama penuh
Pembahas terbaik Pertandingan Bahas Piala Perdana Menteri 1992 dan 1993 antara sekolah-sekolah berasrama penuh
Johan Pertandingan Bahas Piala Sri Paduka Sultan Perak 1993
Presiden, Badan Revolusi Agama
Presiden, Pancaragam Tentera
Presiden, Persatuan Bahasa Melayu
Ketua Pengarang, The Malay College Magazine
Dianugerahkan biasiswa PETRONAS (Kejuruteraan Elektrikal dan Elektronik) dan ESSO (Geology) sebelum keputusan SPM
diumumkan
Morrison’s Academy, Scotland (1995 – 1996)
Anugerah AD Kippen, Pelajar Terbaik Fizik A-Levels 1996
Anugerah John Knox, Pelajar Terbaik Kimia A-Levels 1996
Pengawas
Orkestra Morrison’s Academy
Leeds University (1996 – 1999)
Anugerah Arthur Crabtree 1997, Pelajar Terbaik Tahun Pertama Kejuruteraan Elektrikal dan Elektronik
Ijazah Kelas Pertama (Tahun Pertama dan Kedua)
Ijazah Sarjana Muda Kejuruteraan Elektrikal dan Elektronik

LATAR BELAKANG KERJAYA

Jeffreys Henry Chartered Accountants, London (1999 – 2003) lulus semua peperiksaan akauntan bertauliah dengan Institute
of Chartered Accountants in England & Wales (ICAEW) dalam masa 2 tahun
diterima sebagai ahli ICAEW pada 2003, selepas tamat tempoh minima latihan di firma perakaunan diterima sebagai ahli
Malaysian Institute of Accountants (MIA) pada 2003 apabila pulang ke Malaysia PETRONAS/MTBE Malaysia Sdn Bhd (2003 –
2005)
Pengurus, Propane Dehydrogenation Plant
Pengurus termuda semasa dilantik
PETRONAS/Pejabat Naib Presiden, Urusniaga Petrokimia (2005 – 2007)
Pengurus Kanan (Perancangan Perniagaan, Operasi dan Teknologi Urusniaga Petrokimia)
Pengurus Kanan termuda semasa dilantik
Bertanggungjawab menguruskan kumpulan urusniaga petrokimia PETRONAS dengan aset melebihi RM30 bilion
PETRONAS/Petronas Carigali Sdn Bhd (2007 – 2009)
Pengurus Kanan (Perakaunan, Belanjawan dan Percukaian Antarabangsa)
Bertanggungjawab menguruskan hal ehwal kewangan 51 anak-anak syarikat PETRONAS Carigali yang terlibat dengan operasi
huluan di peringkat antarabangsa, membabitkan belanjawan tahunan melebihi RM20 bilion
Pengurus Besar
Pharmaniaga Berhad (2009)
Ketua Eksekutif
Pejabat Penasihat Ekonomi Selangor


riana67

Thursday, 5 September 2013

Makin Bodoh? Jangan Salahkan Usia Anda!


Penulis : Dr. Irsyal Rusad. Sp.PD

Discovery
Otak
KOMPAS.com — Kita sering menyalahkan usia yang mulai tua untuk begitu saja menerima kebiasaan pelupa yang kita alami. Karena tua, Anda dapat dengan mudah memaklumi. Misalnya, seseorang yang baru saja Anda kenal beberapa menit kemudian tidak ingat namanya lagi. Nama-nama cucu pun kadang-kadang seperti sudah di ujung lidah, tetapi tidak ingat, apalagi hari kelahirannya, dan Anda anggap itu tidak masalah.
Bila otot ada batas maksimalnya, dapat mengalami cedera bila digunakan berlebihan, otak tidak demikian.
Karena merasa tua, Anda kemudian tidak mudah lagi belajar sesuatu. Apalagi hal-hal yang baru. Bila Anda seorang Muslim, menghafalkan satu ayat yang baru susahnya bukan main. Ayat-ayat yang selama ini lancar Anda baca waktu shalat, misalnya, sekarang sudah mulai tergagap-gagap dan Anda menerimanya begitu saja. Usia dijadikan alasan untuk itu. Anda kemudian berpikir, wajarlah, kan usia saya sudah tua.

Karena alasan usia tua, Anda kemudian jadi malas, membaca pun jarang, Anda tidak lagi dapat mengikuti perkembangan di lingkungan Anda dan bahkan dunia luar. Lalu Anda merasa otak Anda madal, tumpul, dan kemudian Anda menjadi bodoh, dan itu Anda pikir normal-normal saja.

Banyak saya lihat, orang-orang yang merasa dirinya tua mulai punya sikap demikian. Seolah-olah menyerah begitu saja dengan penurunan fungsi intelektual otaknya. Padahal, di sisi lain, banyak juga para usia lanjut yang masih tetap cerdas, cemerlang otaknya. Banyak contoh orang-orang terkenal berusia lanjut yang meraih doktor saat usia mereka lebih dari 70 tahun.

Ada penulis novel terkenal dunia yang baru menulis setelah umur mereka berkepala 7. Hamka juga kabarnya menyelesaikan tafsir monumentalnya di penjara dan usia beliau lebih dari 65 tahun. Nelson Mandela masih mampu memimpin Afrika Selatan saat usianya di atas 80 tahun. Hmmm... tidak usah jauh-jauh melihat. Kompasianer Isk-harun, 78 tahun; Thamrin Dahlan, 65 tahun, yang rajin blusukanbersama-sama dengan Dian Kelana, si fotografer andal; dan kabarnya Bu Rokhmah yang sering bercerita tentang anaknya, Amri, adalah beberapa Kompasianer yang saya kenal cukup rajin menulis pada saat usia tidak muda lagi. Nah, sementara di usia yang sama, banyak dari mereka yang tidak bisa lagi berhitung, menulis, tidak mampu lagi berbicara di depan umum, dan bahkan tidak tahu lagi jalan pulang ke rumah.

Kemudian, tentu ada yang bertanya, "Mengapa sebagian mereka yang menua menjadi bodoh, otaknya tumpul, intelektualnya menurun, tetapi pada sebagian lain, ibaratkan tungku, lilin dia tetap menyala, tetap cemerlang?"

Jawabannya sebenarnya sangat sederhana, "Yang otaknya masih cemerlang, tetap menyala, itu karena mereka selalu menjaganya agar tetap sehat."

Lantas, "Bagaimana caranya agar otak kita, yang ada di antara dua telinga kita itu, walaupun usia terus beranjak tua, tapi masih dan selalu sehat, istilah kerennya healthy brain, dapat dipertahankan, atau tetap cemerlang?"

"Bagaimana kiatnya sehingga Einstein masih tetap cerdas sampai akhir hayatnya, Hamka masih dapat mengarang buku, menulis tafsir, dan hafal Al Quran di usia senjanya? Atau dengan kata lain, otaknya tetap sehat?" Tidak seperti kita yang semakin bodoh seiring bertambah lanjutnya usia kita?"

Menurut beberapa penelitian, otak kita itu seperti otot. Prinsip use it or you lose it, sebagaimana berlaku untuk otot kita, berlaku juga bagi otak kita. Seperti otot, seiring dengan bertambahnya usia, dada kita yang bidang sedikit demi sedikit akan berkurang, lengan yang berotot jadi mengecil, dan paha yang kokoh kuat menciut rapuh.

Apa sebabnya demikian?

Karena kita tidak lagi menggunakannya dengan baik. Otot-otot itu kita biarkan manja, menganggur. Kita lebih banyak duduk, santai di atas sofa, atau berbaring di tempat tidur. Karena itu, otot-otot kita semakin mengecil dengan bertambahnya usia kita.

Tetapi, penelitian menunjukkan, bila otot-otot itu tetap digunakan, Anda rajin melangkah, berlari, berenang, latihan peregangan, dan pembebanan, otot-otot Anda akan tetap tumbuh dan berkembang. Dan, itu semua tidak tergantung dengan umur Anda. Maka tidak perlu heran, ada pelari triatlon yang sudah menginjak usia di atas 70 tahun, dan dia tidak kalah dengan pelari yang jauh lebih muda. Pesenam Johanna Quaas masih melakukan senam akrobatiknya pada usia 86 tahun.

Otak kita juga begitu, bahkan lebih hebat lagi dibanding otot. Semakin sering Anda gunakan, akan semakin lama pula dia dengan baik menjadi teman Anda. Bila otot ada batas maksimalnya, dapat mengalami cedera bila digunakan berlebihan, otak tidak demikian. Hubungan sinapsis antara sel-sel otak tidak akan pernah terputus karena Anda belajar, menulis, membaca, dan sebagainya. Tidak ada orang kemudian menjadi bodoh karena rajin belajar. Bahkan, rangsangan-rangsangan yang selalu Anda berikan kepada otak Anda membuat otak itu tetap muda, cemerlang, dan sehat.

Jadi, agar Anda tidak semakin bodoh seiring dengan bertambahnya usia, maka tetaplah menggunakannya. Berikanlah rangsangan-rangsangan setiap hari agar hubungan-hubungan sinapsis sel saraf Anda tidak jadi mandek, tidak terputus, bahkan sebaliknya tumbuh hubungan-hubungan, sel-sel baru. Untuk mencapai itu, banyak hal yang dapat Anda lakukan, seperti belajar, membaca, menulis, menghafal, melakoni hobi-hobi baru, mencoba pekerjaan yang menantang, rekreasi, memperbanyak hubungan sosial, termasuk memperbanyak teman, olahraga teratur, dan memilih makanan yang sehat. Nah, itu semua pilihan Anda.

Editor :Asep Candra

riana67

Penangan 20sen

Kerana 20 sen itu...
Ada nelayan bakal termenung jauh,
Ada petani bakal pecah peluh,
Ada peniaga bakal mengeluh..
 
Dari 20 sen itu..
Ada yang mengambil kesempatan,
Ada yang tinggal kesempitan,
Ada yang ucap kesyukuran,
Kerana NEGARA MASIH AMAN!
 
Akibat 20 sen itu...
harga Barangan akan melambung,
Para pembeli bagai berkabung,
Para peniaga jenuh menghitung..
 
Disana ada macai..
Kata cai,
20 Sen saja, kira cincai..
 
Cai mungkin lupa,
Yang minyak itu punca segala,
Yang minyak itu keperluan semua.
Kerana 20 sen "saja",
Semua akan tepuk kepala..
#‎ salam  20 sen


riana67

Monday, 2 September 2013

Oleh-oleh dari Kelantan dan Thailand

 Sempat posing walau letih melihat kereta berbaris di sempadan Siam dan Rantau Panjang....Pak sopir merangkap teman perjalanan dan kekasih muda, sabar menghadapi karena 'untie'..hehehehe...sabar jelah...
Amboi syg..sempat menjeling dgn kita yg busy posing...hehehe..nahhh ambil kau...tangkap gambar jg...jgn jeling arkkk!!!...cian 'untie' menahan godaan...
 Wahhhh!!!!....spek pinjam dari mana untie...kang marah lak pak sopir sebelah tu...jalan kakilah pulang Malaysia
 Bahhh..posing depan Sempadan, Ini area Thailand...kalau nak ikut jalan tikus..nuuuunnn..di bawah sana..lain kali mau coba jalan tikus..pasti syok...dan adventure..
 Area Thailand...aku suka seni binanya..ciri keMelayuan terserlah walau budaya tidak menggambarkan Melayu
 Ini dia hero Malaya aku sekarang...gagah perkasa membelah bumi..hehehe..sopir kesayangan aku, budak kecil aku....touris guide aku, pengawal aku...sayang dia milik org lain..hehehe
 Ini dia kereta milik hero kesayangan aku, sentiasa membawaku kemana saja pergi...segalanya bersama dengannya, mengukir indah segalanya
 Tak puas-puas untie posing...bosan org sebelah tengok..ehhehe
 Mak aiiikkkk..inilah Thailand...ciri khas yang unik..sudahlah tak pakai helmet..boleh naik 4 orang anak gadis cantik dan seksi...fuyoooohhh!!!
 Merakam gambar dalam bilik beradu, tempat lena diulit mimpi, tempat mengadu rindu, tempat menghitung hari berlalu
Menanti malam menjelang...menanti hero pujaan datang menjemput, meronda malam-malam sepi bersamanya dalam menghabiskan sisa-sisa hari kemerdekaan...merdekakah hati ini dari hari semalam? segalanya misteri ..senyum dibibir, bukan bermakna senyum dihati
Unik dan lambang Kelantan..aku suka maskot ini, tersergam indah dalam lobi hotel, tanda aku ada disini bersamanya

riana67
30 Ogos - 1 Septermber 2013