Monday, 25 November 2013

25 November

biarlah apa yg terjadi
Hari ini genap setahun aku menjadi isterinya...banyak benda aku ingin katakan tapi rasanya terlalu sukar utk aku luahkan. Keputusan utk aku memilih dia dan melupakan semua yg ada disisikan ketika itu, rasanya tidak berfaedah walau pun aku terkadang rasa bahagia bersamanya, bahagia yg cuma seketika. Ingin aku laungkan pada mereka diluar sana, bahawa cinta bukan atas segalanya bila hati seringkali terluka dan tak ada persefahaman, tak ada keserasian apa lagi bila tak ada rasa saling menghargai. Cinta yang menggebu bukan tiket utk bahagia bersama dia yg kita puja selama beberapa tahun. Mungkin ada baiknya, cinta itu dibaja dalam bentuk kebersamaan tanpa ikatan nikah yang sah (semacam free sex), terkadang aku rasa cemburu pada mereka yang tak ada ikatan tapi boleh bersama bertahun lamanya, berbanding dengan aku yang berpuluh tahun menyimpan cinta utknya, bertemu semula dan memadu kasih dalam tempoh setahun kemudian bernikah utk ikatan yang sah dan halal namun semakin hari, pudar dan layu, walau belum lagi padam dan tak berbekas. Inilah hakikat yang harus aku terima dan nikmati atas pengorbanan yang aku lakukan utknya, pengorbanan yg tuhan balas padaku atas perlakukanku pada mereka yang menyintaiku (barangkali) hukum karma terhadapku kerana aku melukakan hati mereka yang menyintaiku dan pergi kedalam pelukannya yang aku kira sangat menyintaiku namun, aku tertipu atau barangkali aku bertepuk sebelah tangan....seandainya aku cuma bertepuk sebelah tangan, utk apa dia menikah denganku dan bersamaku selama ini....ada apa sebenarnya sehinggakan hubungan ini seakan hidup segan mati tak mau? Salah siapa? salahku? atau doa dari mereka yang aku telah khianati? terutama MAR, mantan suamiku...fuhhh!!!....kehidupanku semakin serabut dan bercelaru....

cinta monyet yg abadi 
Bersamanya aku bahagia walau aku terpaksa berkongsi kasih bersama wanita lain (madu 3) sesuatu yang tidak pernah aku gambarkan. Sesuatu yang selalu aku elakkan selama ini namun bersamanya aku sanggup harungi segalanya demi cintaku padanya. Bersamanya aku ignore semua yang ada dalam jiwaku...aku lupakan semua yang ada dalam hidupku...bagiku dia adalah akhir segala impianku selama ini...aku terbuai dengan elemen cinta monyetku bersamanya dan aku realisasikan menjadi nyata dengan bersamanya dan menikah dengannya. Semuanya demi cinta (katanya) dia sanggup membohongi semua insan yang ada disisinya demi aku..dia sanggup berkorban segalanya demi aku, namun, sejak kebelakangan ini, dia semakin jauh dariku, semakin melupakan aku (mungkin aku yg semakin melupakan dia)..aku tidak tahu dimana silapnya perhubungan ini? sedangkan aku dan dia seakan tidak dapat dipisahkan...dia hanyut dengan 2 orang isterinya dan anak-anaknya dan aku hanyut dengan kehidupanku yang semakin tergelincir dari landasan tanpa bimbingan dari seorang lelaki yg bergelar suami....ada lelaki yang membimbingku tetapi bukan dia yang aku cintai...kenapa? dimana silapnya?...aku dibuai sepi yang berpanjangan...dibuai kerinduan yang mencengkam..setiap detik setiap saat aku menanti dia datang padaku, sementara diluar sana godaan semakin memburuku dari lelaki-lelaki muda yang aku tidak pernah tahu ....adakah mereka menyintaiku atau cuma inginkan wang dan sex semata....lelaki muda, apa lagi yang diidamkan dari wanita tua sepertiku kalau bukan sex dan duit...? meski pun mereka sebahagiannya ada yang sebaya anakku....

aku akan setia 
Hari ini, aku begitu merindukan dia, begitu mengharapkan dia menyapaku dengan ingatan bahawa detik ini adalah detik aku sah menjadi isterinya setelah sekian lama kami bersama tanpa ikatan...melukakan hati mereka yang kami cintai...bahkan meninggalkan mereka yan aku cintai....cintaku padanya sedikit goyah dengan sikapnya dan aku belajar utk melupakannya, meminta perpisahan darinya, bahkan aku mencoba utk meninggalkannya, namun ada sesuatu yang menjadi penghalang kami berpisah...dia ibu mertuaku yang begitu menyayangiku, begitu simpati padaku...aku tidak tahu bagaimana aku harus meninggalkan anaknya yg tidak punya perasaan padaku (barangkali). Kalau dia bukan cinta  pertamaku, aku sudah lama meninggalkan dia, meski pun cintaku begitu mendalam padanya....hari ini aku biarkan diriku dilamun sepi...bukan kesepian yang abadi kerana aku masih bisa bersama orang lain tanpa menyintai mereka......aku semakin nakal...nakal yang sekadar keluar enjoy...bukan utk sex...dan cinta...apa yang aku harapkan, aku dan dia masih bersama walau ada badai melanda..walau ada hati yang terluka...
riana67

No comments: