Friday, 30 May 2014

Aramaitiii....Kaamatan....Mei yg kelam


Aku tak tahu apa yang harus aku tulis dalam entry kali ini...sedar tak sedar pertengahan 2014 menjelang tiba...hari ini dan esok adalah hari terakhir dalam Mei...bulan yang memberikan aku kebahagian yang cukup indah beberapa tahun lalu...aku menjalani bulan Mei dalam tahun sebelum ini cukup indah..sukar untuk aku luahkan dengan kata-kata kerana kebahagian itu ada dalam hati dan jiwa. Namun berbeza hari ini dan dalam bulan Mei kali ini...aku seperti kehilangan semuanya...kosong dan kosong...bahkan seperti kata seseorang yang ada dalam hidupku bahawa tak ada sentuhan yang boleh memberikan makna dalam perjalanan kami bersama...ehehhehehhe....yes..aku akur dengan apa yg dia luahkan..tetapi..kenapa selepas dia meluahkan kata-kata itu dia gagal membuktikan apa yang telah dikatakan..kenapa kata-kata tersebut tidak dikotakan...dimana silapnya..salahku atau salah siapa? begitu hatiku terluka...terluka buat kesekian kalinya...mungkin aku hadir dalam dunia ini cuma untuk menikmati kelukaan dari lelaki yang ada dalam hidupk...fuhhhh...otakku jadi negertive bila memikirkan semuanya...

 23 Mei lepas aku kembali ke tanah tumpah darahku..kembali ke negeriku..Sabah..negeri yang tercantik bagiku ...negeri yang terindah dalam Malaysia..aku bangga aku lahir dan datang dari negeri ini...Kepulangan yang orang lain tak tahu, termasuk lelaki yang bernama suamiku (kalau pun kami masih berstatus suami isteri). Setiba di terminal udara (hehheh..aku guna bahasa Indonesia pula), aku call anak bujangku yang bungsu agar menjemputku...semua hairan kenapa aku balik tanpa pengetahuan mereka. Biarlah..janji aku sudah berada dalam lingkungan mereka. Anak bertanya...'kenapa bukan pakcik Mahrin yang ambil mama'..soalan yang aku sudah agak..aku cuma jawab ' dia banyak kerja dan urusan dengan bini-bininya'...dengan selambah anakku mengulas kata-kataku...' itulah mak..mama tahu dia banyak bini..ramai anak..mau juga dgn dia...tak tahu apa istimewanya dia' aku memang sakit hati bila orang lain berkata demikian...apa lagi kata-kata itu keluar dari mulut anak yang aku lahirkan sendiri....tetapi aku ignore...abaikan..bagiku apa yang diungkapkan oleh anakku ada benarnya dan aku harus telan komen anakku dgn lapang dada...tanpa prasangka. yelah....aku telah melihat semua jurang dan risiko yang ada dihadapanku tetapi aku masih ingn menempuh semua itu demi sebuah cinta yang entahlah...bagaimana aku ingin nyatakan...beberapa hari aku berada di kampungku..menguruskan semua rumah-rumahku yang ada..menguruskan semua apa yang perlu...suami call dan bertanya aku berada di mana..(sebelum ini aku ada memberitahu dia apa yang ingin aku lakukan..plan aku..tetapi dia memberikan hint yang mengecewakan)...so..aku adalah bukan pembohong kelas kakap..cuma terkadang aku harus membohong bila aku dalam situasi yang tidak mengizinkan..aku bagi tahu yang aku ada di Tawau..kampungku...mmm..so aku cakap ..'nak jumpa sayake?'....dia membalas...'hari ini mungkin tidak sempat'..so.. aku menjawab dengan pantas kalau begitu..'tak apalah..esok-esoklah bila kamu free'...ye dia menjawab...'esoklah..' dan aku faham esok hari apa....... 

27 Mei 2014 - Aku melangkahkan kaki ke bumi Lahad Datu...daerah suamiku...aku bersama dengan anak bujangku..sengaja aku miminta anak menghantarku agar aku tidak berjalan berseorangan...agak lewat aku tiba di Lahad Datu....belum sempat aku chek in di hotel yang sudah menjadi langganan tetapku...suami call dan bertanya lokasiku...seperti biasa aku memberi tahu yang sebenarnya.....selang beberapa minit dia call lagi...mmmm...aku jadi stress dengan sikapnya...(anakku pergi solat maqrib ketika itu)...dia marah...marah dan marah...'kenapa dia memperlakukan aku sedemikian?' tanyaku dalam hati...tanpa sedar ..hatiku begitu tersentuh dengan sikapnya...aku call dia...kami perang...perang untuk sekian kalinya...seperti biasa..dia dengan ego menyalahakan aku semua...'SALAHKU?' ok..fine..aku mengaku salah semua (mengingat bahawa pada hari tersebut adalah hari jadinya (27 Mei)......lagi pun mengalah bukan bererti kalah...prinsip yang aku belajar sejak dulu)...aku mohon maaf...mohon segalanya...dan meminta dia datang jumpa aku...agak lewat dia datang..dengan sikapnya yang memang kasar sejak aku kenal dia...dia membaling sesuatu diatas katil..aku buat tak tahu dan buat bodoh..aku tidak hairan dengan sikap panas baran yang dia ada...aku mendiamkan diri...membisu tanpa kata..dia duduk dibucu katil tanpa kata...selang beberapa puluh minit..(mungkin dalam 30minit) aku tersentak dan tersedar...bagaimana pun aku masih isterinya..aku masih harus bersikap baik dan patuh padanya..bukankah syurga itu dibawah tapak kaki suami..lantas aku tinggalkan laptop dan tab samsungku dan pergi kepadanya...mencium tangannya tanda meminta maaf (juga kebiasaanku pada seorang suami bila suamiku balik dari luar)...memeluknya..walau pun dia tidak memelukku...hehheh..semuanya aku yang lakukan dulu..dia tak ada reaksi dengan apa yang aku lakukan...bagaikan patung tanpa kata..aku sabarkan hatiku...bagiku..semua ini tuhan mencobaku..mungkin ada hikmanya.....selepas itu aku kembali pada laptop dan tab samsungku....dia tertidur dengan pakaian yang dia ada (atau mungkin dia pura-pura tidur..kerana aku menyedari dia asyik bolak balik diatas katil) aku buat tidak tahu apa yang dia lakukan...aku melayan blogku...facebookku..dan sebagainya...jam 2 pagi aku baru naik katil...dan aku tahu dia tak tidur....ehhehehe....jahatkan aku....membiarkan dia...aku tahu aku berdosa padanya...tetapi aku harus mengajar dia untuk menghargai seorang perempuan sepertiku....malam itu berlalu dengan kosong dan aku lelap tanpa sentuhan darinya...jauh sekali aku ingin menyentuhnya...rasanya aku tidak ada gairah langsung padanya....Awal pagi (subuh) dia terbangun dengan panggilan dari isterinya...entahlah isterinya yang keberapa...hehhe.. aku malas ambil tahu dan tak ingin tahu pun..aku mendiamkan diri dalam selimutku (maklumlah sejuk dgn pendingin udara yang begitu kuat) pura-pura tidur tanpa memperdulikan dia...'Aku balik dulu...'....katanya...simple aku jawab ' mmmm...k..'...dia datang dekatku...tiba-tiba memelukku...mencium dahiku..lama dia lakukan..memelukku dengan erat...mencium dahiku...tetapi aku adalah zutriani yang tak pernah hipokrit dengan diri sendiri..tanpa sedar..ketika dia memelukku....ketika dia mencium dahiku...aku teringat pada seseorang...aku teringat pada MAR (lelaki ini hadir pula dalam saat begitu), aku teringat ketika dia mencium dahiku. Bodohnya aku...kenapa aku teringat dia....'bila ko balik' tanyanya padaku.....'hari ini kot' aku menjawab.....'jangan balik...'...aku kena balik..aku tak ada duit bayar bilik '..aku bayar nanti..tunggu aku datang..'..ok ..' ..aku menunggunya seharian...dan dalam tempoh menunggunya..dia beberapa kali call... (sikapnya memang begitu bila dia memujukku) namun tanpa kata maaf darinya......

Beberapa hari meluangkan masa bersamanya..menghabiskan Mei...mengharapkan yang indah dalam hati dan jiwa..namun aku gagal memperolehinya..jauh sekali marasakannnya...sembang dengannya dengan hati yag kosong dan mengelamun..bahkan terkadang..aku tidak tahu apa yang tengah diperkatakannya...seringkali aku bertanya berulang kali apa yang dia maksudkan.....begitulah aku menjalani kehidupanku bersamanya dalam beberapa hari...aku cuma melayan blogku..dunia maya yang telah menjadi teman setiaku sejak dulu...dan pagi ini...aku masih merasakan bahawa aku dan dia memang tidak serasi..bahkan mungkin tidak boleh bersama lagi...(hatiku telah terluka) dan aku telah nyatakan apa yang ada dalam jiwaku...biarlah...biarlah....dulu cintaku padanya menggebu-gebu..bahkan cinta itu masih ada dalam jiwa namun aku tidak merasakanya...maafkan aku bila semua ini adalah salahku...biarlah cinta itu tersimpan dalam memori....kami mungkin tidak sesuai jadi suami isteri...lebih sesuai jadi kawan...apa pun aku serahkan pada tuhan bagaimana dia mengatur perjalananku bersamanya....
riana67

Wednesday, 14 May 2014

Usia 40an......

BERHATI HATI DIUSIA 40TAHUN
Ramai tidak sedar dalam al-Quran ada menyentuh tentang usia ini. Tentu ada yang sangat penting, perlu diperhatikan dan diambil serius akan perkara ini. Allah swt. berfirman,
حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
"Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (al-Ahqaf: 15)
Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, mahupun spiritualnya. Benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar.
Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Di dalamnya terkandung penghuraian yang jelas bahawa mereka; telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah
Pada ayat yang lain, firman Allah;
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ
Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempoh yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mahu berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (al-Fathir: 37)
Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan “umur panjang dalam tempoh yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun.
Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh2.
Apabila itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janjiNya dalam ayat selepas itu: (maksudnya) Kematangan.
Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak hairan tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi s.a.w, seperti yang disebut oleh Ibn ‘Abbas:
“Dibangkitkan Rasulullah s.a.w pada usia 40 tahun” (riwayat al-Bukhari).
Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi2 yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.
Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan2 elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.
Mengapa umur 40 tahun begitu penting.
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) period, iaitu
1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )
Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa penuh. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mendekati kuliah-kuliah agama.
Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,
لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد
"Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)
Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja. Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”
Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”
Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.
Jika ada yang mengatakan bahawa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat kehidupan yang dimaksudkan ialah kehidupan terarah kepada mendekatkan diri kepada penciptaNya dengan sebenar-benarnya. Tetapi satu perkara yang kita harus sentiasa sedar bahawa kematian memanggil kita bila-bila masa tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk baru memulakan kehidupan yang dimaksudkan di atas, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika umur kita tidak panjang.
Maksud sabda Nabi Muhammad S.A.W ," Orang yang bijak adalah orang yang selalu mengingati mati".
Ramai manusia tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Sejak Nabi Adam as. sehingga kini, kesemuanya telah kembali kepada Allah swt. tidak kira kaya atau miskin, berpangkat atau tidak. Mengingati mati bukan bermakna kita akan gagal di dunia tetapi dengan mengingati mati kita akan menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat. janganlah menunggu sehingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, kerana mati boleh datang pada bila-bila masa..

riana67

Monday, 12 May 2014

Surat terbuka untukmu (lelaki yg bernama suami)

                                                                Assalamualaikum.....

Suami yang tersayang,
Aku utuskan surat ini lewat angin lalu sekadar untuk mengucapkan 'selamat harijadi' buatmu yang akan menyambut hari kelahiranmu pada 27 Mei ini...Aku tahu, aku tidak pernah menyambut kelahiranmu berulang kali kecuali tahun lepas dalam keadaan yang sangat 'daif'...bukan aku tidak punya keinginan untuk melakukannya namun keadaan yang kita alami tidak memungkinkannya...kerana aku tahu...kamu bukan milikku yang mutlak...Dulu aku sering kali mengimpikan semua itu namun, segalanya terkubur sejak aku melangkah pergi darimu 32 tahun yang lalu...Takdir menentukan demikian...namun siapa sangka setelah 30 tahun berlalu kita dipertemukan kembali dalam keadaan yang agak sukar untuk menjalin hubungan, dengan onak dan duir yang ada...namun kekuatan yang ada diantara kita, kita harungi bersama walau pun onak dan duir itu melukakan kita bahkan melukan orang lain yang ada dalam hidup kita... Aku fikir, keputusan yang aku ambil untuk mengharungi kehidupan bersamamu adalah keputusan yang tepat sehingga aku sanggup melukakan hati orang lain (MAR, anak-anakku, mantan suamiku dan semua familyku). Aku menidakkan perasaan mereka. apa yang aku fikir, cuma ingin bersamamu sahaja tanpa memikirkan apa yang bakal terjadi di kemudian hari...cinta dan kasih sayangku padamu yang aku simpan begitu lama, membuatkan aku jadi buta untuk menilai antara permata dan kaca...namun penyesalan tidak pernah ada ketika kita terjaga..pastinya penyesalan akan datang bila semua sudah terlambat.  Aku tak berkata yang aku menyesal bersamu..cuma aku kesal kenapa aku mesti jatuh cinta padamu yang tidak pernah menghargai apa yang aku korbankan untukmu...

Suami yang tercinta
Ketika aku menulis warkah usang ini, aku dalam keadaan yang sadar erti disakiti. Aku tahu kamu tidak akan membaca warkah ini kerana kamu bukanlah seorang pembaca yang baik..jauh sekali untuk melayari blog, namun aku menulis warkah ini untuk meluahkan segala apa yang terbuka dalam jiwaku yang aku fikir aku tak mampu untuk tanggung. Bila aku simpan, kelak akan memberikan aku tekanan yang cukup membebankan. Aku tahu semua yang aku bicarakan padamu bagaikan angin lalu padamu tanpa kamu peduli. Bagimu, kalau kamu bahagia, kamu tidak perlu memikirkan kebahagian orang lain...kamu lupa  bahawa, kamu mempunyai beberapa tulang rusuk yang menjadi tanggungjawabmu...yang tuhan telah amanahkan untuk kamu jaga. Kamu seakan tidak memikirkan bahawa, kebahagian tulang rusukmu adalah perkara wajib yang kamu harus laksanakan..bukan cuma untuk sex...tetapi untuk segalanya sebagaimana yang telah di wajibkan dalam agama kita...aku tidak berani untuk berbicara bab agama, kerana aku sendiri kurang beragama...meski pun aku berusaha untuk menjadi penganut agama yang baik...rasanya kamu lebih tahu bab agama sebab kamu adalah pemimpin...pemimpin kepada kami...kepada keluargamu....

Suami yang aku kasihi,
Warkah ini aku utuskan padamu agar kamu tahu betapa aku cukup menyintaimu tanpa memikirkan risiko-risiko yang aku harus hadapi. Aku sanggup meninggalkan segalanya demi dirimu...mengorbankan kerjayaku cuma untukmu..aku tidak pernah melakukan semua ini terhadap orang lain...cuma untukmu sahaja. Namun aku tidak tahu, apakah kamu tahu, apakah kamu tidak nampak betapa aku sanggup melakukan semua hanya demi kamu....betapa aku sanggup 'bergaduh dan di hina' dari seorang yang bernama MAR hanya utk bersamamu...betapa aku sanggup menjadi pembohong hanya kerana dirimu...melukakan dan meninggalkan lelaki lain, hanya kerana kamu...semua aku lakukan demi sayangku..cintaku padamu yang bagimu tidak memberikan makna pun dalam jiwamu....huhuhuhu...kesiankan aku...pengemis ....

Suami yang baik,
Sempena hari kelahiranmu yang bakal menjelang..aku mohon undur diri dari kehidupan kita bersama...aku tidak berani untuk meminta cerai padamu kerana aku tahu bila seorang wanita meminta cerai, tiang arasi yang ada nun di syurga sana bergoyang...dan perkara halal yang tuhan tidak suka adalah cerai...namun aku mengundurkan diri dari kehidupanmu...kalau kamu rasa aku ini bukan wanita yang sempurna dan tidak sesuai untuk bersamamu..pilihan ditanganmu..dan aku pasrah untuk menerimanya...aku tahu aku bukan wanita yang baik untukmu..bukan wanita yang berbakti padamu...bagiku...tidak ada guna kita bersama setelah apa yang aku lalui denganmu...hatiku cukup terluka...bahkan parah bila aku mengenang apa yang pernah kamu lakukan padaku..apa yang pernah kamu luahkan padaku...semua tersimpan dalam jiwaku...namun aku telah lama memaafkanmu kerana aku bukanlah seorang wanita yang pendemdam...memaafkanmu bererti memaafkan diriku sendiri... semoga apa yang aku lakukan ini tidak memberikan impak yang negetive padamu..bahkan memberikan impak yg positive...aku ingin sekali merayakan hari kelahiranmu dgn cara yang cukup romantik dan exclusive tapi apakan dayaku...kita cuma merancang tapi tuhan yang menentukan...dalam kejauhan ini...aku mohon berjuta maaf padamu kerana aku gagal menjadi isteri yang baik padamu..jauh sekali untuk menjadi isteri yg setia....aku sentiasa menunggu keputusan darimu...menunggu dan menunggu...wassalam...
riana67