Monday, 12 May 2014

Surat terbuka untukmu (lelaki yg bernama suami)

                                                                Assalamualaikum.....

Suami yang tersayang,
Aku utuskan surat ini lewat angin lalu sekadar untuk mengucapkan 'selamat harijadi' buatmu yang akan menyambut hari kelahiranmu pada 27 Mei ini...Aku tahu, aku tidak pernah menyambut kelahiranmu berulang kali kecuali tahun lepas dalam keadaan yang sangat 'daif'...bukan aku tidak punya keinginan untuk melakukannya namun keadaan yang kita alami tidak memungkinkannya...kerana aku tahu...kamu bukan milikku yang mutlak...Dulu aku sering kali mengimpikan semua itu namun, segalanya terkubur sejak aku melangkah pergi darimu 32 tahun yang lalu...Takdir menentukan demikian...namun siapa sangka setelah 30 tahun berlalu kita dipertemukan kembali dalam keadaan yang agak sukar untuk menjalin hubungan, dengan onak dan duir yang ada...namun kekuatan yang ada diantara kita, kita harungi bersama walau pun onak dan duir itu melukakan kita bahkan melukan orang lain yang ada dalam hidup kita... Aku fikir, keputusan yang aku ambil untuk mengharungi kehidupan bersamamu adalah keputusan yang tepat sehingga aku sanggup melukakan hati orang lain (MAR, anak-anakku, mantan suamiku dan semua familyku). Aku menidakkan perasaan mereka. apa yang aku fikir, cuma ingin bersamamu sahaja tanpa memikirkan apa yang bakal terjadi di kemudian hari...cinta dan kasih sayangku padamu yang aku simpan begitu lama, membuatkan aku jadi buta untuk menilai antara permata dan kaca...namun penyesalan tidak pernah ada ketika kita terjaga..pastinya penyesalan akan datang bila semua sudah terlambat.  Aku tak berkata yang aku menyesal bersamu..cuma aku kesal kenapa aku mesti jatuh cinta padamu yang tidak pernah menghargai apa yang aku korbankan untukmu...

Suami yang tercinta
Ketika aku menulis warkah usang ini, aku dalam keadaan yang sadar erti disakiti. Aku tahu kamu tidak akan membaca warkah ini kerana kamu bukanlah seorang pembaca yang baik..jauh sekali untuk melayari blog, namun aku menulis warkah ini untuk meluahkan segala apa yang terbuka dalam jiwaku yang aku fikir aku tak mampu untuk tanggung. Bila aku simpan, kelak akan memberikan aku tekanan yang cukup membebankan. Aku tahu semua yang aku bicarakan padamu bagaikan angin lalu padamu tanpa kamu peduli. Bagimu, kalau kamu bahagia, kamu tidak perlu memikirkan kebahagian orang lain...kamu lupa  bahawa, kamu mempunyai beberapa tulang rusuk yang menjadi tanggungjawabmu...yang tuhan telah amanahkan untuk kamu jaga. Kamu seakan tidak memikirkan bahawa, kebahagian tulang rusukmu adalah perkara wajib yang kamu harus laksanakan..bukan cuma untuk sex...tetapi untuk segalanya sebagaimana yang telah di wajibkan dalam agama kita...aku tidak berani untuk berbicara bab agama, kerana aku sendiri kurang beragama...meski pun aku berusaha untuk menjadi penganut agama yang baik...rasanya kamu lebih tahu bab agama sebab kamu adalah pemimpin...pemimpin kepada kami...kepada keluargamu....

Suami yang aku kasihi,
Warkah ini aku utuskan padamu agar kamu tahu betapa aku cukup menyintaimu tanpa memikirkan risiko-risiko yang aku harus hadapi. Aku sanggup meninggalkan segalanya demi dirimu...mengorbankan kerjayaku cuma untukmu..aku tidak pernah melakukan semua ini terhadap orang lain...cuma untukmu sahaja. Namun aku tidak tahu, apakah kamu tahu, apakah kamu tidak nampak betapa aku sanggup melakukan semua hanya demi kamu....betapa aku sanggup 'bergaduh dan di hina' dari seorang yang bernama MAR hanya utk bersamamu...betapa aku sanggup menjadi pembohong hanya kerana dirimu...melukakan dan meninggalkan lelaki lain, hanya kerana kamu...semua aku lakukan demi sayangku..cintaku padamu yang bagimu tidak memberikan makna pun dalam jiwamu....huhuhuhu...kesiankan aku...pengemis ....

Suami yang baik,
Sempena hari kelahiranmu yang bakal menjelang..aku mohon undur diri dari kehidupan kita bersama...aku tidak berani untuk meminta cerai padamu kerana aku tahu bila seorang wanita meminta cerai, tiang arasi yang ada nun di syurga sana bergoyang...dan perkara halal yang tuhan tidak suka adalah cerai...namun aku mengundurkan diri dari kehidupanmu...kalau kamu rasa aku ini bukan wanita yang sempurna dan tidak sesuai untuk bersamamu..pilihan ditanganmu..dan aku pasrah untuk menerimanya...aku tahu aku bukan wanita yang baik untukmu..bukan wanita yang berbakti padamu...bagiku...tidak ada guna kita bersama setelah apa yang aku lalui denganmu...hatiku cukup terluka...bahkan parah bila aku mengenang apa yang pernah kamu lakukan padaku..apa yang pernah kamu luahkan padaku...semua tersimpan dalam jiwaku...namun aku telah lama memaafkanmu kerana aku bukanlah seorang wanita yang pendemdam...memaafkanmu bererti memaafkan diriku sendiri... semoga apa yang aku lakukan ini tidak memberikan impak yang negetive padamu..bahkan memberikan impak yg positive...aku ingin sekali merayakan hari kelahiranmu dgn cara yang cukup romantik dan exclusive tapi apakan dayaku...kita cuma merancang tapi tuhan yang menentukan...dalam kejauhan ini...aku mohon berjuta maaf padamu kerana aku gagal menjadi isteri yang baik padamu..jauh sekali untuk menjadi isteri yg setia....aku sentiasa menunggu keputusan darimu...menunggu dan menunggu...wassalam...
riana67

No comments: